REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Perkembangan artificial intelligence (AI) terus bergerak cepat dan mulai memengaruhi berbagai sektor dunia kerja. Hampir semua bidang kini bersentuhan dengan teknologi AI, mulai dari pekerjaan kreatif hingga analisis data.
Kondisi ini menuntut generasi muda tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara mengelolanya dengan tepat.
Kepala Kampus Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Kaliabang, Muhammad Tabrani menilai, tantangan utama di era AI bukan sekadar kekhawatiran akan tergantikan mesin. Menurutnya, persoalan yang lebih penting adalah pola pikir generasi muda dalam memanfaatkan teknologi tersebut.
“Banyak yang sudah bisa menggunakan AI, tetapi masih sebatas menjadi operator. Ke depan, yang dibutuhkan adalah kemampuan untuk menjadi pilot AI,” kata Tabrani dalam keterangan yang dikutip Jumat (30/1/2026).
Tabrani yang juga merupakan dosen menjelaskan, menjadi pilot AI berarti menggunakan teknologi dengan tujuan yang jelas, memahami konteks, serta tetap mengedepankan logika dan tanggung jawab. AI berperan sebagai alat bantu, sementara keputusan tetap berada di tangan manusia.
“AI bisa membantu mempercepat pekerjaan, tapi arah dan keputusan tidak boleh sepenuhnya diserahkan pada teknologi,” jelasnya.
Ia menambahkan, penggunaan AI tanpa pemahaman yang cukup berisiko menimbulkan kesalahan, mulai dari kekeliruan analisis hingga penyebaran informasi yang tidak akurat. Karena itu, kemampuan berpikir kritis, literasi data, dan verifikasi informasi menjadi hal yang sangat penting.
Menurutnya, dunia kerja saat ini tidak hanya mencari individu yang mahir menggunakan teknologi, juga mereka yang mampu berpikir strategis dan beradaptasi dengan perubahan. AI akan menjadi nilai tambah jika digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.
Melalui pembelajaran berbasis teknologi dan kreativitas, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif yang telah terakreditasi unggul terus mendorong mahasiswa agar tidak hanya terampil menggunakan AI, tetapi juga memahami etika, dampak, dan batasannya.
Mahasiswa dibekali kemampuan mengolah informasi, menyusun analisis, serta menciptakan solusi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Dengan mindset pilot AI, generasi muda dapat mengambil peran aktif di era digital. AI diharapkan menjadi mitra strategis untuk membuka peluang kerja baru dan membangun karier yang berkelanjutan di masa depan.