Kamis 22 Jan 2026 13:52 WIB

Banjir Karawang, Dedi Mulyadi Minta Warga Karangligar Direlokasi, Lalu Kawasan Itu Dibuat Danau

Gubernur Dedi melihat desa Karangligar masuk dalam daerah cekungan.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Teguh Firmansyah
Dua warga melintasi jalan yang terendam banjir di Desa Karangligar, Telukjambe, Karawang, Jawa Barat, Senin (19/1/2026). Berdasarkan data BPBD Karawang, banjir yang dipicu curah hujan tinggi serta meluapnya Sungai Sungai Citarum dan Sungai Cibeet berdampak kepada 6.596 warga di 13 kecamatan.
Foto: ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan
Dua warga melintasi jalan yang terendam banjir di Desa Karangligar, Telukjambe, Karawang, Jawa Barat, Senin (19/1/2026). Berdasarkan data BPBD Karawang, banjir yang dipicu curah hujan tinggi serta meluapnya Sungai Sungai Citarum dan Sungai Cibeet berdampak kepada 6.596 warga di 13 kecamatan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan masyarakat terdampak banjir di Karawang khususnya di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang direlokasi. Selanjutnya, cekungan yang berada di kawasan Karangligar dibuat danau.

"Saya sampaikan kalau yang di cekungan Karangligar itu sampai kapanpun gak akan pernah selesai (banjir) karena itu cekungan maka tawaran yang terbaik adalah (warga) relokasi," ucap dia di Bandung, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga

Ia menuturkan kawasan cekungan di Karangligar dapat dibuat danau untuk menampung air di Karawang. Hanya saja, Dedi menilai warga tidak konsisten soal relokasi tersebut.  Saat banjir mereka ingin pindah, akan tetapi saat surut warga pilih tetap tinggal.

"Ini kan problem. Jadi saya dengan bupati sudah sepakat, pak bupati juga menyampaikan ke saya, gak ada jalan lain pak harus relokasi," kata dia.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement