Rabu 21 Jan 2026 11:25 WIB

Prabowo dan PM Inggris Bahas Gaza, Dukung Solusi Dua Negara

Prabowo dan PM Starmer menyambut baik kemajuan signifikan kemitraan kedua negara.

Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer saat tiba di 10 Downing Street, London, Selasa (20/1/2026) siang waktu setempat.
Foto: EPA/TOLGA AKMEN
Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer saat tiba di 10 Downing Street, London, Selasa (20/1/2026) siang waktu setempat.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer di kantor PM Inggris, 10 Downing Street, London, Selasa (20/1/2026) siang waktu setempat. Pertemuan itu menjadi kedua kalinya bagi Prabowo dan PM Starmer di lokasi yang sama.

Baik Prabowo dan PM Starmer saling menyambut baik terjalinnya hubungan pendidikan yang kuat antara kedua negara. "Beralih ke urusan internasional, para pemimpin membahas situasi di Gaza dan dukungan kuat mereka yang berkelanjutan untuk solusi dua negara," begitu keterangan kantor PM Inggris dikutip Republika di Jakarta, Rabu (21/2/2026).

Baca Juga

Prabowo dan PM Starmer menyambut baik kemajuan yang signifikan dalam Kemitraan Strategis antara Inggris dan Indonesia, yang telah mereka sepakati untuk dilanjutkan pada tahun 2024 dan secara resmi disepakati hari ini. "Ini adalah contoh nyata bagaimana hubungan Inggris dan Indonesia terus berkembang semakin kuat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat di kedua negara," kata Starmer.

Program Kemitraan Maritim senilai 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp 67,8 triliun yang disepakati antara Inggris dan Indonesia pada November 2025, menggarisbawahi terciptanya ribuan lapangan kerja di Rosyth, Bristol, dan Devonport, Inggris dan di seluruh Indonesia. Program itu sekaligus meningkatkan ketahanan pangan dan regional.

"Terima kasih juga atas perjanjian maritim yang telah kita tandatangani, meskipun secara virtual di G20. Dan itu diukur dari banyak sekali lapangan pekerjaan yang benar-benar penting bagi Inggris," ucap PM Starmer. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement