REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey memastikan, kemitraan strategis antara Indonesia dan Inggris akan menjadi hasil konkret pertemuan antara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden RI Prabowo Subianto di London, Selasa (20/1/2026). Saat kedua pemimpin tersebut terakhir bertemu di London, mereka sepakat akan meluncurkan suatu kerja sama strategis bilateral.
"Itulah dokumen kunci yang akan diluncurkan kali ini, yang mencakup berbagai sektor seperti pertahanan dan keamanan, pertumbuhan ekonomi, yang menjadi prioritas kedua pemimpin, masyarakat, serta iklim, energi, dan alam," kata Jermey dalam pernyataan video di Jakarta, Senin (19/1/2026).
Menurut Jermey, Indonesia dan Inggris adalah mitra yang sangat penting bagi satu sama lain. Hal itu mengingat posisi ekonomi Inggris sebagai yang terbesar ke-6 sedunia dan ekonomi Indonesia adalah yang terbesar ke-16 sedunia.
"Namun, Indonesia adalah mitra ekspor terbesar ke-54 untuk Inggris. Ini sama sekali tidak mencerminkan besarnya ekonomi Inggris dan semua potensi yang kita miliki," ucapnya.
Untuk itu, kata da, salah satu agenda yang akan dilaksanakan saat kunjungan Prabowo ke London adalah dialog antara perwakilan bisnis Inggris dengan mitra dari Indonesia yang hendak menjajaki peluang ekspor. Jermey menyampaikan, di tengah situasi geopolitik yang semakin menantang, PM Starmer memfokuskan upayanya menjajaki peluang bertumbuh bersama dengan mitra-mitra global, termasuk Indonesia.