Selasa 13 Jan 2026 18:07 WIB

Sebanyak 22.338 TKA Masuk ke Jateng pada 2025, Mayoritas Asal China

TKA China menyumbang 55,32 persen dari total TKA yang datang dan bekerja di Jateng.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Mas Alamil Huda
Petugas Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang mengamankan terduga warga negara asing (WNA) saat Operasi Pengawasan Orang Asing Jagratara 2024 di Desa Deles, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (2/5/2024). Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang mengamankan satu terduga WNA asal China atas dugaan sementara menyalahgunakan izin tinggal dan identitas kependudukan.
Foto: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra
Petugas Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang mengamankan terduga warga negara asing (WNA) saat Operasi Pengawasan Orang Asing Jagratara 2024 di Desa Deles, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (2/5/2024). Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang mengamankan satu terduga WNA asal China atas dugaan sementara menyalahgunakan izin tinggal dan identitas kependudukan.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Aziz, mengungkapkan, sepanjang 2025, terdapat 22.338 tenaga kerja asing (TKA) masuk dan bekerja di Jateng. Jumlah itu meningkat sekitar 15,79 persen dibandingkan jumlah TKA yang memasuki Jateng pada 2024.

"Data per 31 Desember 2025, ada 22.338 tenaga kerja asing. Tahun 2024, jumlah TKA (yang masuk ke Jateng) 19.292. Jadi ada kenaikan 3.046," ungkap Aziz, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga

Dia menerangkan, sama seperti 2024, mayoritas TKA yang masuk ke Jateng pada 2025 berasal dari China. Jumlahnya mencapai 12.358. Dengan demikian, TKA China menyumbang 55,32 persen dari total TKA yang datang dan bekerja di Jateng tahun lalu.

"Karena industri yang masuk (ke Jateng) sebagian besar kan industri padat karya yang asalnya dari China," kata Aziz ketika ditanya mengapa TKA China mendominasi jumlah TKA yang masuk ke Jateng.

Dia menambahkan, di bawah China, TKA terbanyak yang masuk ke Jateng pada 2025 berasal dari Korea Selatan (2.311 pekerja), Jepang (2.178), dan India (941). Sedangkan sisanya berasal dari sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Inggris.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement