Ahad 11 Jan 2026 11:30 WIB

UEA Ikut Latihan Militer dengan Saudi, Hubungan Mencair?

Latihan militer dilakukan untuk meningkatkan kesiapan tempur.

Tank militer Arab Saudi berjaga di wilayah pegunungan Baihan, Yaman, pada 25 Februari 2016.
Foto: EPA/STR
Tank militer Arab Saudi berjaga di wilayah pegunungan Baihan, Yaman, pada 25 Februari 2016.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI  -- Uni Emirat Arab (UEA) ikut serta dalam latihan militer gabungan Gulf Shield 2026 negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), yang diadakan di Arab Saudi. Demikian menurut pernyataan Kementerian Pertahanan UEA. 

"Latihan militer gabungan Gulf Shield 2026 telah selesai di Kerajaan Arab Saudi, diikuti oleh angkatan udara dan pasukan pertahanan udara negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk, serta Komando Militer Terpadu,"  demikian menurut pernyataan tersebut di X, Jumat (9/1).

Baca Juga

Sikap UEA mengikuti latihan militer dilakukan di tengah ketegangan negara itu dengan Saudi belakangan ini. 

Kementerian Pertahanan UEA menyatakan, tujuan latihan tersebut adalah untuk mengembangkan kemampuan militer tingkat lanjut, meningkatkan kesiapan tempur untuk menghadapi ancaman saat ini dan di masa depan. 

Selain itu juga memperkuat konsep pertahanan dan pencegahan bersama guna memastikan keamanan dan stabilitas di kawasan.

Pada 2 Januari, Kementerian Pertahanan UEA memastikan seluruh personel militer Emirat telah meninggalkan Yaman, menyusul permintaan dari pihak berwenang Yaman dan seruan dari Arab Saudi.

Ketegangan dengan Riyadh meningkat setelah Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung UEA mengambil alih kendali provinsi Hadhramaut dan Al Mahrah di Yaman bagian timur.

Pada 30 Desember 2025, Arab Saudi menyerang sebuah pelabuhan di kota Al Mukalla, Yaman, di mana, menurut Arab Saudi, pasokan militer yang dikirim dari UEA ke pasukan STC dibongkar.

 

sumber : Antara/Sputnik
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement