REPUBLIKA.CO.ID, SANAA – Arab Saudi dan koalisinya kembali melancarkan serangan ke Yaman dalam beberapa hari belakangan. Sasarannya kali ini pengiriman senjata untuk kelompok separatis di Yaman yang dituding didukung oleh Uni Emirat Arab (UEA).
Arab Saudi mengatakan keamanan nasionalnya adalah “garis merah” yang akan dipertahankannya, beberapa jam setelah koalisi yang dipimpinnya menyerang kendaraan dan kargo di Yaman yang dikatakan telah dipasok oleh militer asing kepada kelompok separatis di selatan negara tersebut pada Senin.
“Operasi militer terbatas” koalisi di pelabuhan Mukalla di Yaman terjadi beberapa hari setelah mereka memperingatkan kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (STC) agar tidak mengambil tindakan militer di provinsi Hadramaut.
Merujuk Aljazirah, STC adalah faksi separatis yang telah menguasai lebih banyak wilayah di Yaman timur dalam beberapa pekan terakhir dengan dukungan langsung dari UEA.
Yaman telah terlibat dalam perang saudara sejak tahun 2015 antara kelompok Houthi yang didukung Iran dan pemerintah pusat yang diakui secara internasional di Sanaa, yang dikenal sebagai Dewan Kepemimpinan Presiden (PLC).
Kelompok separatis utama Yaman di selatan, STC, mengklaim mereka telah mengkonsolidasikan kendali di wilayah selatan negara itu. Meskipun STC menentang Houthi dan merupakan bagian dari PLC, kelompok tersebut sebelumnya menyerukan pemisahan wilayah selatan dari Yaman.
Arab Saudi merilis rekaman yang menunjukkan bahwa kapal-kapal UEA yang sedang menurunkan senjata dan kendaraan lapis baja diserang, dan mengatakan bahwa tindakan tersebut diperlukan untuk mempertahankan keamanan nasionalnya dan mencegah destabilisasi lebih lanjut di Yaman. Peralatan tersebut diklaim akan dikirim untuk STC.
Ketua dewan kepresidenan Yaman, Rashad al-Alimi, juga berulang kali menuntut penarikan pasukan STC dari provinsi-provinsi timur, termasuk Hadramout dan al-Mahra, dengan mengatakan bahwa mereka menantang otoritas negara dan persatuan nasional Yaman.
Kelompok Houthi tetap menguasai sebagian besar Yaman di barat dan utara, termasuk ibu kota Sanaa dan kota pelabuhan Hodeidah. Kelompok yang didukung Iran memberontak melawan pemerintah lebih dari satu dekade lalu, dan berperang melawan koalisi yang didukung Saudi selama bertahun-tahun.