Selasa 30 Dec 2025 19:09 WIB

Dulu Bersahabat, Kini Arab Saudi Kecewa dengan UEA, Minta Tarik Pasukan dari Yaman

Saudi menyebut langkah UEA itu sebagai ancaman terhadap keamanan nasional Kerajaan.

Gambar yang diambil dari video yang disiarkan oleh televisi pemerintah Saudi pada Selasa, 30 Desember 2025, menunjukkan yang diklaim sebagai pengiriman senjata dan kendaraan lapis baja dari Uni Emirat Arab, di Mukalla, Yaman.
Foto: Televisi pemerintah Saudi via AP
Gambar yang diambil dari video yang disiarkan oleh televisi pemerintah Saudi pada Selasa, 30 Desember 2025, menunjukkan yang diklaim sebagai pengiriman senjata dan kendaraan lapis baja dari Uni Emirat Arab, di Mukalla, Yaman.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Arab Saudi meminta Uni Emirat Arab (UEA) menanggapi secara positif permintaan Yaman untuk menarik pasukan Emirat dari wilayah Yaman dalam waktu 24 jam.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (30/12), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Saudi menyatakan kekecewaannya atas tindakan negara sahabat Uni Emirat Arab yang mendorong pasukan Dewan Transisi Selatan (STC) untuk melancarkan operasi militer di Hadhramaut dan Al-Mahra. Kedua wilayah Yaman itu berbatasan langsung dengan Arab Saudi.

Baca Juga

Pemerintah Saudi menyebut langkah UEA itu sebagai ancaman terhadap keamanan nasional Kerajaan serta keamanan dan stabilitas Yaman. Demikian menurut pernyataan tersebut.

"Kerajaan menegaskan pentingnya Uni Emirat Arab sebagai negara sahabat untuk menerima permintaan Republik Yaman agar seluruh pasukannya meninggalkan Republik Yaman dalam waktu dua puluh empat jam, serta menghentikan segala bentuk dukungan militer maupun keuangan kepada pihak mana pun di Yaman," kata Kemlu Saudi.

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement