Senin 29 Dec 2025 21:10 WIB

KSAD: 100 Jembatan Bailey Telah Dipesan dari Luar Negeri,

Pemerintah membutuhkan jembatan itu dalam jumlah banyak dan waktu yang cepat.

Kendaraan motor melintas di Jalan Eks Simpang KKA, Bener Meriah, Aceh, Jumat  (26/12/2025). Akses transportasi antar wilayah yang mengnghubungkan kawasan Bener Meriah menuju Takengon, Aceh Tengah kini kembali tersambung usai jembatan Bailey Weh  Paseh tuntas dibangun.  Sebelumnya kawasan tersebut sempat putus akibat diterjang banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025 lalu.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Kendaraan motor melintas di Jalan Eks Simpang KKA, Bener Meriah, Aceh, Jumat (26/12/2025). Akses transportasi antar wilayah yang mengnghubungkan kawasan Bener Meriah menuju Takengon, Aceh Tengah kini kembali tersambung usai jembatan Bailey Weh Paseh tuntas dibangun. Sebelumnya kawasan tersebut sempat putus akibat diterjang banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025 lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyebut pemerintah melalui Kementerian Pertahanan telah memesan 100 jembatan bailey. Diharapkan jembatan-jembatan itu dapat terpasang sekitar bulan Januari sampai dengan Februari 2026.

Maruli menjelaskan jembatan bailey itu sengaja dibeli di luar negeri, karena saat ini pemerintah membutuhkan jembatan itu dalam jumlah banyak dan waktu yang cepat.

Baca Juga

"Untuk pembelian bailey ini barang hampir jarang yang ready stock. Ini dikoordinir Kementerian Pertahanan, dicari di berbagai negara, berapa mereka siap, kita beli untuk ke sini, begitu yang disampaikan ke saya," kata Maruli menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers berkala terkait penanganan bencana di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin.

Maruli melanjutkan dia sebagai Komandan Satgas Jembatan untuk Penanganan Bencana di Sumatera telah menentukan titik-titik lokasi pemasangan jembatan bailey tersebut.

"Saya menyiapkan titik-titiknya berapa di daerah bencana. Kalau lebih, kita gunakan di daerah lain. Ini juga jadi ide ke depan kita punya stok jembatan bailey untuk menghadapi bencana ataupun membuat jembatan bailey di daerah-daerah," ujar Maruli.

Dalam jumpa pers yang sama, Maruli melaporkan perkembangan pemulihan jembatan-jembatan yang sebelumnya terputus dan rusak akibat banjir bandang dan longsor di sejumlah kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Sampai dengan sekarang, kami sudah mendapatkan daftar untuk bailey (ada) 44 (jembatan). 12 jembatan (di antaranya) sudah selesai, sisanya ada 15 sedang di perjalanan, enam sedang dipasang. Yang lain sedang kita kumpulkan lagi," kata Maruli.

Tidak hanya jembatan bailey, TNI bersama kementerian/lembaga dan dibantu relawan juga membantu jembatan-jembatan pra-fabrikasi rangka baja Armco dan jembatan gantung. "(Jembatan) Armco terus bertambah. Hari ini sudah 47 titik, enam (di antaranya) selesai, tiga pemasangan, yang lain sedang proses pengiriman," ujar Maruli.

"Ini terus akan kita kerjakan, sampai sekarang ada 11 jembatan gantung, tiga sedang dipasang, yang lain masih terus survei," kata dia melanjutkan.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement