REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkapkan adanya pihak-pihak yang coba menyabotase pembangunan jembatan Bailey di daerah terdampak bencana seperti di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat.
Ia bahkan sudah diingatkan agar untuk mewaspadai upaya sabotase tersebut. Salah satu yang mengingatkan itu adalah Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. "Kami juga tidak menyangka ada orang sebiadab ini ya, terus terang saja," ujar KSAD Maruli.
Maruli mengingatkan agar prajurit-prajurit di lapangan untuk mewaspadai ancaman sabotase tersebut. Meski ia sebenarnya sempat sangsi, karena dia saat itu tak dapat membayangkan ada orang-orang yang berlaku demikian di tengah situasi bencana.
Salah satu bentuk sabotase itu yakni dengan melonggarkan dan melepaskan mur-mur jembatan bailey yang sudah terpasang. Pelepasan mur itu sangat berbahaya dan mengancam keselamatan.
Bantu mobilitas
Tentara Nasional Indonesia (TNI) membangun jembatan di tiga provinsi terdampak bencana banjir dan longsor untuk memulihkan mobilitas maupun membantu distribusi logistik bagi korban bencana.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan pemasangan jembatan bailey atau jenis jembatan terbuat dari panel logam telah terbangun sebanyak 32 jembatan di daerah terdampak bencana.
Lihat postingan ini di Instagram