Jumat 26 Dec 2025 07:49 WIB

BMKG Minta Warga Waspada Hujan Lebat Akibat Siklon Tropis di Sejumlah Wilayah

MKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem.

Awan mendung menyelimuti sebagian kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/10/2022). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang di sejumlah provinsi di Indonesia terjadi sampai 15 Oktober 2022 dan meminta masyarakat untuk tetap waspada.
Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Awan mendung menyelimuti sebagian kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/10/2022). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang di sejumlah provinsi di Indonesia terjadi sampai 15 Oktober 2022 dan meminta masyarakat untuk tetap waspada.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk bersiaga menghadapi potensi hujan lebat hingga sangat lebat akibat dinamika atmosfer di sejumlah wilayah Indonesia pada Jumat.

Prakirawan Cuaca BMKG Masayu mengatakan kondisi tersebut berpotensi terjadi di Aceh, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Baca Juga

Ia menjelaskan, kombinasi sejumlah dinamika atmosfer memicu potensi cuaca signifikan di beberapa wilayah Indonesia.

“Siklon Tropis Grant terpantau di Samudera Hindia selatan Bengkulu dengan kecepatan angin maksimum 35 knot atau 65 kilometer per jam dan tekanan udara minimum 997 hektopaskal, dengan arah gerak ke barat,” ujar Masayu dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Jumat (26/12/2025).

Dalam 24 jam ke depan, kata dia, siklon tropis tersebut diperkirakan meningkat menjadi kategori 2 atau berbahaya.

Siklon tropis itu dapat meningkatkan kecepatan angin di sekitar sistem atau low level jet hingga lebih dari 25 knot di Samudera Hindia barat Lampung. Selain itu, sistem tersebut membentuk daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi, serta pertemuan angin atau konfluensi di wilayah Samudera Hindia barat Bengkulu, Lampung, hingga selatan Banten.

Selain itu, Bibit Siklon Tropis 96S terpantau di selatan Nusa Tenggara Barat dengan kecepatan angin maksimum 15 knot atau 28 kilometer per jam dan tekanan udara minimum 1.008 hektopaskal, dengan arah gerak ke barat.

“Bibit ini memiliki potensi rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan,” kata Masayu.

Bibit siklon tropis tersebut turut menginduksi terbentuknya daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi dan pertemuan angin atau konfluensi di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur bagian selatan.

Daerah konvergensi lainnya memanjang dari Selat Malaka hingga Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement