Senin 22 Dec 2025 17:27 WIB

Benarkah Bali Mulai Sepi Wisatawan? Gubernur Membantah: Bohong, Saya Punya Datanya

Gubernur menilai lebih lengangnya jalanan Bali sekarang karena musim hujan.

Sejumlah wisatawan membawa papan selancar saat berlibur di Pantai Kuta, Badung, Bali, Senin (25/9/2023). Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun mengatakan untuk retribusi sebesar Rp150 ribu kepada turis asing yang masuk Pulau Dewata diterapkan mulai Februari 2024 dan mekanismenya serta tata cara pungutan uang kepada turis asing hingga saat ini masih disusun dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Bali.
Foto: Antara/Nyoman Hendra Wibowo
Sejumlah wisatawan membawa papan selancar saat berlibur di Pantai Kuta, Badung, Bali, Senin (25/9/2023). Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun mengatakan untuk retribusi sebesar Rp150 ribu kepada turis asing yang masuk Pulau Dewata diterapkan mulai Februari 2024 dan mekanismenya serta tata cara pungutan uang kepada turis asing hingga saat ini masih disusun dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Bali.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Beredar isu di media sosial Bali mulai sepi dikunjungi wisatawan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Sepinya Bali dikaitkan dengan beragam kesan negatif, termasuk soal penomorduaan 'wisatawan lokal'.

Namun Gubernur Bali Wayan Koster membantah isu tak sedap tersebut.  “Bohong, saya punya data, setiap hari totalnya meningkat,” ucap Koster di Denpasar, Senin.

Baca Juga

Gubernur Koster menyebut kunjungan wisatawan khususnya wisatawan mancanegara belakangan menembus 20 ribu kunjungan per hari, sementara sebelum periode Nataru kunjungan di angka 17 ribu.

Jika diakumulasikan, kunjungan wisman Januari hingga pertengahan Desember 2025 sudah mencapai 6,7 juta atau naik dari 2024 yang sebanyak 6,3 juta, menandakan pariwisata Bali baik-baik saja.

“Tempo hari kunjungan naik kira-kira 8 persen, sekarang hitung saja per data, hingga hari ini tahun 2024 6,3 juta sekarang 6,7 juta, naik 400 ribu,” ucapnya.

Disinggung soal lenggangnya lalu lintas dan sepinya panggilan kerja para sopir pariwisata, Pemprov Bali menuding cuaca musim hujan mempengaruhi aktifitas wisatawan di luar ruangan.

“Kan sekarang musim hujan, banjir, mungkin orang datang ke Bali tidak untuk jalan-jalan banyak yang istirahat, jadi ini datanya riil baik dari Angkasa Pura maupun dinas pariwisata,” ujar Gubernur Koster.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement