Jumat 19 Dec 2025 14:30 WIB

BNPB Prioritaskan Pembangunan Huntara di Aceh hingga Sumatera Barat

Huntara diprioritaskan untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana.

Sejumlah pengungsi bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki berada di dalam tenda pengungsian Pos Lapangan Konga, Desa Konga, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (22/10/2025). Sebanyak 1.229 warga penyintas bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki bertahan di tenda-tenda pengungsian selama hampir setahun terakhir di tiga titik karena pembangunan hunian sementara untuk mereka belum kunjung tuntas sehingga mereka belum bisa direlokasi ke tempat yang lebih layak.
Foto: ANTARA FOTO/Mega Tokan
Sejumlah pengungsi bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki berada di dalam tenda pengungsian Pos Lapangan Konga, Desa Konga, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (22/10/2025). Sebanyak 1.229 warga penyintas bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki bertahan di tenda-tenda pengungsian selama hampir setahun terakhir di tiga titik karena pembangunan hunian sementara untuk mereka belum kunjung tuntas sehingga mereka belum bisa direlokasi ke tempat yang lebih layak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprioritaskan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi para penyintas bencana banjir dan longsor di tiga provinsi yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pembangunan huntara layak mendapat dukungan penuh dari TNI, Polri, Kementerian PU, dan sejumlah lembaga lainnya.

“Jadi ini memang sudah menjadi fase di mana transisi darurat ke pemulihan, makanya yang perlu sekarang percepatan adalah masalah huntara,” ujar Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Baca Juga

 

Dengan dukungan penuh, kata Raditya, satu unit hunian sementara bisa dibangun dalam waktu tiga hari, kendati di lapangan masih banyak tantangan seperti kesiapan lahan dan administrasi.

“Ini kami terus berkoordinasi dan terus melakukan kegiatan. Contoh, pada hari ini sudah mulai dilakukan pembangunan huntara di Aceh, khususnya di Kabupaten Pidie,” kata dia.

Di samping itu, BNPB juga tengah menyiapkan contoh hunian sementara yang layak agar nantinya bisa menjadi model untuk direplikasi oleh pihak-pihak lain yang mendukung proses pemulihan bencana.

“Agar menjadi salah satu contoh yang bisa digunakan juga untuk pembangunan huntara oleh pihak lain, termasuk juga ada lembaga NGO yang akan membangun,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan sejumlah kabupaten/kota terdampak bencana telah menetapkan status transisi darurat menuju pemulihan, seiring dengan mulai terkendalinya penanganan bencana.

“Beberapa kabupaten dan kota sudah masuk masa transisi darurat, meskipun ada juga yang masih memperpanjang status tanggap darurat sesuai kebutuhan penanganan di lapangan,” kata Pratikno.

Sejumlah kabupaten/kota yang mulai menetapkan status transisi darurat seperti Aceh Tenggara, Subulussalam, Aceh Besar, Padangsidimpuan, Padang Panjang, hingga Mandailing Natal.

Penetapan status transisi darurat ini ditandai dengan dimulainya pembangunan huntara dan hunian tetap di berbagai lokasi.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement