REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat komitmennya dalam menyiapkan SDM digital yang adaptif dan berdaya saing global.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan JANZZ Technology, perusahaan teknologi asal Swiss, yang digelar pada Selasa (16/12/2025), di UNM Kampus Margonda.
Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah strategis UNM menjembatani dunia pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri digital global yang terus berkembang.
Melalui kolaborasi ini, UNM dan JANZZ Technology sepakat memperkuat sinergi akademik dan industri guna meningkatkan kompetensi mahasiswa serta lulusan agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja nasional maupun internasional.
JANZZ Technology dikenal sebagai perusahaan teknologi yang mengembangkan platform job matching berbasis analisis kompetensi.
Dengan pendekatan berbasis data, solusi yang dikembangkan JANZZ mampu memetakan kesesuaian antara latar belakang akademik, keterampilan individu, dan kebutuhan industri, sehingga mendukung pengembangan karier yang lebih terarah dan relevan.
Melalui kerja sama ini, UNM dan JANZZ Technology akan mengembangkan berbagai program kolaboratif yang mendukung kesiapan lulusan memasuki dunia kerja profesional.
Kolaborasi ini juga diharapkan membuka wawasan mahasiswa terhadap peluang karier lintas negara, sejalan dengan agenda internasionalisasi pendidikan tinggi yang diusung UNM.
Dekan Fakultas Teknologi Informasi UNM, Anton menyatakan, kerja sama ini sejalan dengan visi UNM dalam mencetak lulusan unggul dan siap menghadapi tantangan global.
“Kolaborasi dengan mitra internasional seperti JANZZ Technology bagian dari upaya UNM membangun ekosistem pembelajaran yang relevan dengan perkembangan industri digital dan kebutuhan dunia kerja,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Kamis (18/12/2025).
Stefan Wizenried, CEO & Founder JANZZ Ltd menyambut positif kerja sama tersebut dan menilai kemitraan dengan institusi pendidikan sebagai langkah strategis dalam menyiapkan talenta digital masa depan. “Sinergi dunia akademik dan industri dinilai mampu menciptakan ekosistem pengembangan SDM berkelanjutan dan berorientasi global,” katanya.
Melalui penandatanganan MoU ini, UNM optimistis dapat membangun kemitraan jangka panjang yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas lulusan, penguatan kompetensi mahasiswa, serta daya saing SDM Indonesia di tingkat internasional.