Rabu 17 Dec 2025 14:16 WIB

UNM Perkuat Reputasi Sebagai Kampus Digital Bisnis Lewat Prestasi Wisudawan Terbaiknya

Saut selalu melakukan yang terbaik dalam setiap hal.

Onesinus Saut Parulian Tamba, wisudawan dari Program Studi (Prodi) Magister Ilmu Komputer UNM.
Foto: UNM
Onesinus Saut Parulian Tamba, wisudawan dari Program Studi (Prodi) Magister Ilmu Komputer UNM.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang terkenal sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menegaskan kualitasnya dalam pelaksanaan Wisuda ke-39 yang digelar megah pada Selasa (9/12/2025) di Gedung Pewayangan Kautaman, TMII, Jakarta Timur.

Seremoni ini bukan hanya menjadi momentum seremonial tetapi juga menjadi panggung bagi lahirnya talenta-talenta unggul yang siap berkiprah dalam ekosistem digital Indonesia.

Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Onesinus Saut Parulian Tamba, wisudawan dari Program Studi (Prodi) Magister Ilmu Komputer UNM yang berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik dengan IPK nyaris sempurna, 3,98.

Dengan sikap rendah hati, ia mengungkapkan sejak awal kuliah tidak memasang target apapun. “Saya tidak mengejar gelar terbaik atau angka tertentu. Saya hanya selalu melakukan yang terbaik dalam setiap hal yang saya kerjakan. Kuliah adalah salah satunya,” katanya dikutip Rabu (17/12/2025).

Ketika diumumkan sebagai lulusan terbaik, Saut, sapaan akrabnya, tak mampu menyembunyikan perasaan haru. Ia bersyukur karena perjalanan akademiknya penuh tantangan, terlebih karena ia menjalani studi sambil bekerja.

“Bekerja sambil kuliah bukan hal mudah. Banyak distraksi yang datang bersamaan pekerjaan, tugas, kesehatan, dan bahkan saya menjalani sidang tesis sesaat setelah keluar dari perawatan rumah sakit. Tapi saya tetap lanjut, karena saya percaya pada persiapan yang cepat dan manajemen waktu yang baik,” tuturnya.

Dalam perjalanannya, Saut mengakui peran besar keluarga menjadi pilar utamanya. Namun ia menyebut satu sosok kampus yang sangat memengaruhi karier akademiknya yakni dosennya sendiri Prof Hilman F Pardede.

“Beliau (Prof Hilman) tegas, berprinsip, sangat cerdas dan konsisten. Banyak mahasiswa menganggap beliau ‘killer’, tetapi bagi saya beliau adalah figur dengan hati terbaik yang peduli pada kualitas dan integritas mahasiswanya. Tiga semester bersama beliau tidak cukup, itu sebabnya saya memilih beliau sebagai pembimbing tesis. Proud of him,” cerita Saut.

Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah ketika dipercaya menjadi pemateri pada konferensi IEEE ICITRI 2024, sebuah kesempatan bergengsi yang menuntutnya mempresentasikan riset dalam bahasa Inggris secara luring.

“Saya tidak punya pengalaman riset atau publikasi sebelumnya. Tapi UNM memberi lingkungan yang membuat saya berani melangkah,” katanya bangga.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement