Senin 15 Dec 2025 09:43 WIB

Kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati Bersumber dari Toko Plastik, Saksi: Cepat Banget Merembetnya

Banyaknya bahan material yang mudah terbakar membuat api cepat membesar.

Petugas pemadam kebakaran memadamkan sisa api di kios los buah pepaya Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin (15/12/2025). Kebakaran melanda los pepaya di Pasar Induk Kramat Jati, tersebut terjadi sekitar pukul 07.15 WIB. Material dagangan yang mudah terbakar diduga membuat api cepat membesar dan merambat ke lapak-lapak lainnya. Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya 350 lapak pedagang hangus dilalap si jago merah. Untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas, petugas mengerahkan 19 unit mobil pemadam kebakaran dengan dukungan 95 personel ke lokasi kejadian. Hingga saat ini, api berhasil dikendalikan dan sudah padam.
Foto: Republika/Prayogi
Petugas pemadam kebakaran memadamkan sisa api di kios los buah pepaya Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin (15/12/2025). Kebakaran melanda los pepaya di Pasar Induk Kramat Jati, tersebut terjadi sekitar pukul 07.15 WIB. Material dagangan yang mudah terbakar diduga membuat api cepat membesar dan merambat ke lapak-lapak lainnya. Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya 350 lapak pedagang hangus dilalap si jago merah. Untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas, petugas mengerahkan 19 unit mobil pemadam kebakaran dengan dukungan 95 personel ke lokasi kejadian. Hingga saat ini, api berhasil dikendalikan dan sudah padam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebakaran di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jalan Raya Bogor, Kelurahan Kampung Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Senin pagi, diduga akibat korsleting listrik dari toko plastik. Sudin Gulkarmat Jakarta Timur mengerahkan sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran.

"Itu awalnya toko plastik dekat situ, toko plastik korsleting. Saya dengar ledakan, mobil saya lagi parkir bongkar muat, saya lagi duduk-duduk di warung," kata salah satu sopir truk di Pasar Induk Kramat Jati, Ridwan di Jakarta Timur, Senin (15/12/2025).

Baca Juga

Ridwan menyebut, banyaknya bahan material yang mudah terbakar membuat api cepat membesar dan merambat ke beberapa toko lainnya. Para pedagang terlihat panik dan langsung menyelamatkan beberapa barang dagangannya.

"Cepat banget merembet ini apinya, hitungan menit, karena angin juga, terus banyak kayu sama plastik," ujar Ridwan.

Sebelumnya, Kepala Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur Abdul Wahid menyebut, pihaknya menerima laporan kebakaran dari masyarakat melalui sambungan telepon sekitar pukul 07.24 WIB. Petugas pemadam tiba di lokasi pada pukul 07.28 WIB dan segera memulai operasi pemadaman satu menit kemudian, tepatnya pukul 07.29 WIB.

Dalam penanganan awal, Sudin Gulkarmat Jakarta Timur mengerahkan sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran dengan dukungan 80 personel.

Berdasarkan pantauan, asap hitam tebal membubung tinggi dari kawasan pasar. Kobaran api terlihat melahap bangunan los semi permanen, tepatnya di los buah.

Material kayu yang menumpuk di depan los diduga membuat api cepat merambat dan sulit dikendalikan. Sejumlah pedagang terlihat berlarian menjauh dari lokasi sesaat setelah suara ledakan terdengar.

Kepanikan juga tampak menyelimuti area pasar, sementara aparat kepolisian meminta warga dan pedagang untuk menjauh dari titik kebakaran demi keselamatan dan kelancaran proses pemadaman.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement