Senin 15 Dec 2025 10:37 WIB

Cerita Pedagang yang Kiosnya Hangus Terbakar di Pasar Induk Kramat Jati

Para pedagang terlihat panik dan langsung menyelamatkan beberapa barang dagangannya.

Petugas pemadam kebakaran memadamkan sisa api di kios los buah pepaya Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin (15/12/2025). Kebakaran melanda los pepaya di Pasar Induk Kramat Jati, tersebut terjadi sekitar pukul 07.15 WIB. Material dagangan yang mudah terbakar diduga membuat api cepat membesar dan merambat ke lapak-lapak lainnya. Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya 350 lapak pedagang hangus dilalap si jago merah. Untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas, petugas mengerahkan 19 unit mobil pemadam kebakaran dengan dukungan 95 personel ke lokasi kejadian. Hingga saat ini, api berhasil dikendalikan dan sudah padam.
Foto: Republika/Prayogi
Petugas pemadam kebakaran memadamkan sisa api di kios los buah pepaya Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin (15/12/2025). Kebakaran melanda los pepaya di Pasar Induk Kramat Jati, tersebut terjadi sekitar pukul 07.15 WIB. Material dagangan yang mudah terbakar diduga membuat api cepat membesar dan merambat ke lapak-lapak lainnya. Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya 350 lapak pedagang hangus dilalap si jago merah. Untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas, petugas mengerahkan 19 unit mobil pemadam kebakaran dengan dukungan 95 personel ke lokasi kejadian. Hingga saat ini, api berhasil dikendalikan dan sudah padam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (15/12/2025), mengalami kerugian besar. Hal itu setelah kiosnya yang baru menerima pasokan dagangan dan dilalap si jago merah.

"Iya rugi, ini kebetulan baru buka, dagangan baru datang, terus kebakaran," kata salah satu pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Heri saat ditemui di lokasi.

Baca Juga

Sebagian besar kios yang terdampak baru kembali beroperasi dan baru saja menerima pasokan dagangan. Heri mengungkapkan, kebakaran diduga bermula dari sebuah toko plastik.

Api kemudian dengan cepat menjalar ke kios-kios lain karena tiupan angin yang mengarah ke bagian dalam pasar. "Awalnya dari toko plastik, lalu menjalar ke dalam karena angin," ucapnya.

Menurut Heri, sekitar 35 kios lebih terdampak kebakaran. Para pedagang pun tak sempat menyelamatkan barang dagangan mereka yang baru datang.

Dia mengaku, tidak terdengar suara ledakan saat kejadian. Seluruh pemilik kios dipastikan selamat, namun kerugian materiel diperkirakan cukup besar.

Banyak pedagang kehilangan stok dagangan yang menjadi sumber utama penghidupan mereka. Hingga kini, para pedagang masih menunggu kepastian terkait penanganan lanjutan serta pendataan kerugian pascakebakaran di Pasar Induk Kramat Jati.

Salah satu sopir truk di Pasar Induk Kramat Jati, Ridwan mengatakan, banyaknya bahan materiel yang mudah terbakar membuat api cepat membesar dan merambat ke beberapa toko lainnya. Para pedagang terlihat panik dan langsung menyelamatkan beberapa barang dagangannya.

"Cepat banget merembet ini apinya, hitungan menit, karena angin juga, terus banyak kayu sama plastik, rugi pasti pedagang," ujar Ridwan.

Sebelumnya, Kepala Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur Abdul Wahid menyebut, petugas menerima laporan kebakaran dari masyarakat sekitar pukul 07.24 WIB. Petugas pemadam pun tiba di lokasi sekitar pukul 07.28 WIB.

Petugas pun segera memulai operasi pemadaman satu menit kemudian, tepatnya pukul 07.29 WIB. Dalam penanganan awal, Sudin Gulkarmat Jakarta Timur mengerahkan sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran dengan dukungan 80 personel.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement