Sabtu 29 Nov 2025 10:31 WIB

21 Jenazah Ditemukan di Aliran Sungai Batang Anai, Diduga Korban Banjir di Jembatan Kembar Padang

Korban dibawa ke Puskesmas untuk penanganan awal, setelah itu ke RS Bhayangkara.

Warga melihat dua unit mobil yang terseret banjir bandang di Lubuk Minturun, Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). BPBD Padang mencatat, sebanyak lima orang tewas akibat banjir bandang di Sungai Lubuk Minturun itu, sementara sejumlah rumah dilaporkan hanyut dan sejumlah kendaraan rusak terseret banjir.
Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Warga melihat dua unit mobil yang terseret banjir bandang di Lubuk Minturun, Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). BPBD Padang mencatat, sebanyak lima orang tewas akibat banjir bandang di Sungai Lubuk Minturun itu, sementara sejumlah rumah dilaporkan hanyut dan sejumlah kendaraan rusak terseret banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIAMAN -- Sebanyak 21 jenazah telah ditemukan di aliran Sungai Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Jenazah-jenazah itu diduga merupakan korban banjir bandang atau galodo di Jembatan Kembar Kota Padang Panjang pada Kamis (27/11).

"Untuk sementara hingga malam tadi ada 21 jenazah yang telah ditemukan," kata Kapolres Padang Pariaman AKBP Ahmad Faisol Amir di Parik Malintang, Sabtu (29/11/2025).

Baca Juga

Ia mengatakan korban ditemukan oleh tim gabungan terdiri atas polisi, TNI, pemerintah daerah, masyarakat, dan unsur lainnya yang melakukan pencarian hingga Jumat (28/11) malam.

Dalam pencarian tersebut, 19 korban ditemukan di Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, satu lainnya ditemukan di Kecamatan Lubuk Alung, dan satu lainnya di Kecamatan Batang Anai.

Setelah ditemukan, katanya, korban dibawa ke puskesmas terdekat untuk penanganan awal dan selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara guna identifikasi korban. "Untuk status ada yang diambil keluarga dan ada juga yang belum diambil," katanya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement