REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG, – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran akibat korsleting listrik yang sering terjadi belakangan ini. Pernyataan ini disampaikan saat meninjau lokasi kebakaran di Sendangguwo dan Palebon pada Rabu.
Agustina menyoroti bahwa akhir-akhir ini, kasus kebakaran sering disebabkan oleh korsleting listrik. Hal ini mengakibatkan tragedi kebakaran di beberapa wilayah, termasuk di kawasan Jomblang Perbalan pada 13 September yang mengakibatkan satu korban tewas, serta di Jalan Pesanggrahan Raya, Mlatibaru pada 25 Juli yang menewaskan lima orang dalam satu keluarga.
Penyebab kebakaran di Sendangguwo dan Palebon masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Agustina berharap penyebab dapat segera ditemukan agar langkah pencegahan dan edukasi kepada masyarakat dapat dilakukan. "Mudah-mudahan segera ketemu penyebabnya. Yang paling sering terjadi itu dari colokan listrik. Jadi, kami imbau warga untuk hati-hati dengan instalasi listrik di rumah," ujarnya.
Dalam kunjungannya, Agustina menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang bergerak cepat dalam penanganan musibah kebakaran tersebut. "Saya hanya ingin menyapa warga yang terdampak dan memastikan mereka mendapat perhatian. Teman-teman dari Damkar, Dinas Pekerjaan Umum, hingga BPBD sudah turun ke lokasi," katanya.
Dia juga mengapresiasi bantuan dari masyarakat yang menunjukkan semangat gotong royong tinggi. Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Semarang telah mengerahkan sejumlah instansi untuk penanganan lebih lanjut, termasuk pemasangan CCTV oleh Dinas Kominfo serta penertiban area terdampak oleh Dinas Lingkungan Hidup dan OPD terkait lainnya.
"Area yang terdampak ini akan kami tata. Kalau sudah bersih, bisa difungsikan sebagai ruang publik. Ini juga sebagai cara untuk mencegah warga luar yang sering buang sampah sembarangan di sini," tutup Agustina.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.