Ahad 31 Aug 2025 09:41 WIB

Upaya Tembus Gaza, Relawan Indonesia Bertahap Berangkat Menuju Tunisia

Rombongan jurnalis sempat tertahan di Thailand.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Fitriyan Zamzami
Puluhan Relawan IGPC secara bertahap diberangkatkan ke Tunisia untuk ikut bergabung dalam Global Sumud Frotilla menembus Blokade Gaza dari Israel.
Foto: Dok IGPC
Puluhan Relawan IGPC secara bertahap diberangkatkan ke Tunisia untuk ikut bergabung dalam Global Sumud Frotilla menembus Blokade Gaza dari Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Relawan Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) mulai bertolak untuk mengikuti armada global menembus Gaza. Sekitar 30 orang anggota delegasi sudah bertahap diberangkatkan sejak Sabtu (30/8/2025).

“Selain yang bersama rombongan juga ada yang berangkat mandiri,” ujar Coky Ahmad, Koordinator Media IGPC, Ahad (31/8/2025).

Rombongan yang berangkat tersebut diharapkan tiba di Tunisia pada 1 September besok. Sebagian ada uang menggunakan pesawat transit lewat Qatar dan lainnya melalui Frankfurt, Jerman.

Sementara rombongan media sempat tertahan di Bangkok, Thailand, terkait kendala teknis dengan maskapai yang bakal mereka gunakan ke Tunisia. “Kita ikhtiarkan tetap berangkat ke Tunisia,” ujar Coky. Para jurnalis kemudian dijadwalkan berganti maskapai dan terbang ke Tunisia via Doha, Qatar.

Jika berhasil tiba di Tunisia, para relawan itu akan bergabung bersama-sama aktivis kemanusian dari 50-an negara di Laut Mediterania untuk membawa logistik dan obat-obatan untuk masyarakat di Gaza yang menjadi korban genosida Zionis Israel.

Ketua Global Peace Convoy Muhammad Husein atau yang dikenal sebagai Husein Gaza mengatakan, para relawan dari Indonesia terdiri dari para aktivis kemanusian, dokter medis, publik figur, influencer, dan para jurnalis. Kata Husein, keberangkatan kloter pertama para relawan tersebut, pada Sabtu (30/8/2025) via Jakarta, dan diperkirakan tiba di Tunisia Ahad (31/8/2025).

“Kuota (relawan) yang diminta, 20 orang. Tetapi kita kasih lebih. Ada influencer, dokter dan tim medis, juga dari jurnalis,” kata Husein di Jakarta saat acara Flag Off Indonesia Global Peace Convoy 2025 Menembus Gaza, Jumat (29/8/2025).

Di Tunisia, kata Husein menjelaskan, para relawan dari Indonesia akan menunggu rombongan konvoi lainnya yang berasal dari 50-an negara. Dan dijadwalkan pada 4 September mendatang, para relawan dari Indonesia akan ikut berlayar bersama-sama aktivis kemanusian internasional lainnya dalam Global Sumud Flotilla dengan misi sama ‘Menembus Blokade Gaza’.

“Insya Allah seratusan kapal kemanusian yang berasal dari lebih 50-an negara, salah-satunya Indonesia,” ujar Husein.

Kata dia, kapal para relawan dari Indonesia yang sudah disiapkan di Tunisia sekitar tujuh unit. “Dan nantinya (dari Tunisia) akan berkumpul di satu titik di Laut Mediterania, lalu ke Siprus menuju Gaza, bersama-sama untuk membuka blokade Gaza,” ujar Husein.

Dia melanjutkan, misi besar para relawan dan aktivis kemanusian dari seluruh dunia kali ini adalah untuk memastikan membuka pengekangan ilegal terhadap rakyat Gaza yang menjadi target pemusnahan massal oleh Zionis Israel.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement