REPUBLIKA.CO.ID,MOSKOW -- Pemerintah Inggris melarang perwakilan Israel berpartisipasi dalam pameran senjata besar, DSEI, di London karena situasi di Jalur Gaza, lapor surat kabar Politico, mengutip seorang juru bicara pemerintah Inggris.
"Keputusan pemerintah Israel untuk meningkatkan operasi militernya di Gaza adalah keliru. Oleh karena itu, kami dapat memastikan tidak ada delegasi pemerintah Israel yang akan diundang untuk menghadiri DSEI UK 2025," kata juru bicara tersebut seperti dikutip Politico pada Kamis.
Pada saat yang sama, pemerintah Israel diberitahu bahwa larangan tersebut dapat dicabut jika menunjukkan komitmen untuk menghormati hukum humaniter internasional di Jalur Gaza dan wilayah sengketa lainnya, tambah laporan tersebut.
Pada 20 Agustus, stasiun televisi pemerintah Israel, Kan, melaporkan bahwa Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah menyetujui operasi untuk merebut Kota Gaza.
Stasiun radio militer Israel, Galei Tzahal, juga melaporkan pada hari yang sama bahwa operasi Israel untuk merebut Kota Gaza akan berlangsung hingga 2026 dan pengerahan hingga 130.000 pasukan cadangan akan dilibatkan pada puncak manuver tersebut.
Pada 21 Agustus, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyetujui rencana komando militer Israel untuk menguasai Kota Gaza sebagai dalih mengalahkan gerakan Palestina, Hamas.