Jumat 29 Aug 2025 15:59 WIB

Tentara 'Kocar-Kacir' Hindari Gas Air Mata Brimob yang Keluar Kandang Mako Kwitang

Banyak tentara kocar-kacir menghindari gas air mata.

Rep: Stevy Maradona/ Red: Andri Saubani
Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto menemui massa di Mako Brimob Kwitang, Jumat (29/8/2025).
Foto: Noor Alfian Choir/Republika
Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto menemui massa di Mako Brimob Kwitang, Jumat (29/8/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Keluarnya pasukan Brimob dari Mako Brimob Kwitang ternyata tanpa koordinasi dengan pasukan TNI yang juga berjaga-jaga di depan bangunan tersebut. Akibatnya banyak tentara kocar-kacir menghindari gas air mata.

“Ya kita tahu mereka (Brimob) perlu bertahan tapi harusnya koordinasi dulu sama kita,” ujar salah satu prajurit Kostrad kepada Republika. Selepas pasukan Brimob keluar dari kompleks bangunan dan menembakkan gas air mata, tentara dari Kostrad TNI AD dan Marinir TNI AL langsung mundur dari lokasi berjaga sebelumnya.

Baca Juga

Mereka mundur hingga 100 meter dari Mako Brimob ke arah perempatan Halte Kwitang. Seorang komandan pleton TNI AL juga menyayangkan kurangnya koordinasi tersebut. Padahal, sebelum aksi kembali memanas, TNI sempat berhasil menenangkan massa. "Kalau kami tetap di sana nanti kena tembakan," ujar tentara tersebut.

Jurnalis Republika Stevy Maradona melaporkan puluhan anggota Brimob dengan tameng lengkap dan senjata pelontar gas air mata keluar dari Mako Brimob sekitar pukul 14.50 WIB. Mereka langsung merangsek menghadapi pengunjuk rasa sembari menembakkan gas air mata.

Pasukan TNI yang awalnya berjaga di depan gapura Mako Brimob langsung berpencar keluar dari perimeter. Akibatnya kini aparat Brimob berhadapan langsung dengan pengunjuk rasa.

Keluarnya aparat Brimob itu tak lama setelah seorang prajurit Marinir TNI AL sempat terbakar terkena bom molotov di depan Mako Brimob Kwitang. Api lekas dipadamkan dan prajurit terkait tak terluka parah.

 

photo
Sebagian massa mulai merangsek ke depan Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat. Aparat gabungan TNI AL dan TNI AD menahan massa. - (Ahmad Fikri Noor/Republika)

Insiden itu bermula dari pelemparan petasan oleh massa ke dalam Mako Brimob. Banyak petasan yang melintas di atas pasukan Marinir yang berjaga-jaga.

Tiba-tiba satu bom molotov melayang dari arah pengunjuk rasa. Bom botol kaca berisi bensin itu kemudian mengenai patung di dekat gapura Mako Brimob dan pecah terbakar. Apinya kemudian menyambar salah satu prajurit Marinir.

Bagian belakang prajurit itu sempat terbakar namun lekas bisa dipadamkan. Pengunjuk rasa ikut terkejut dengan kejadian itu dan mundur sejenak.

Aksi unjuk rasa di depan Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat yang sempat mereda kembali memanas. Sejumlah orang yang datang belakangan dengan berbendera manga One Piece memicu kerusuhan dengan melempari Mako Brimob.

Menjelang shalat Jumat dan sesudahnya, massa dari pengemudi ojek online (ojol) dan masyarakat lainnya sedianya sudah tenang. Mereka diajak berdialog dengan perwira dan prajurit TNI untuk menyampaikan tuntutan dengan damai.

Sejumlah tuntutan itu, seperti massa dibolehkan masuk dan tujuh tersangka penabrak pengemudi ojol Affan Kurniawan ditampilkan di publik sudah dijanjikan bakal dipenuhi.

Ada juga persetujuan bahwa para pengunjuk rasa bakal beristirahat hingga pukul 14.00. Namun menjelang waktu yang ditentukan itu, datang puluhan massa dengan pakaian hitam-hitam dari arah Kramat.

Di antara mereka ada yang mengibarkan bendera Jolly Roger dari manga One Piece. Kelompok ini kemudian melempar petasan ke dalam kompleks Mako Brimob. Massa yang baru datang ini yang kemudian mendorong massa kembali beraksi. Sepanjang eskalasi itu, pasukan Marinir tak melakukan pencegahan. Sementara semua aparat kepolisian berlindung di dalam bangunan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement