REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Pemerintah Kota Jakarta Barat menegaskan bahwa seluruh kantornya, mulai dari kantor wali kota, kecamatan, kelurahan, hingga Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), kini telah dilengkapi dengan ruang laktasi. Penegasan ini disampaikan oleh Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat (Adskesra) Jakarta Barat, Amien Haji, pada Kamis, terkait dengan Pekan Menyusui Sedunia 2025 yang diikuti oleh 150 peserta di kantor Wali Kota Jakarta Barat.
Amien menekankan pentingnya peran aktif jajaran Pemkot Jakbar dalam menyediakan ruang bagi ibu yang bekerja untuk menyusui anaknya. "Mulai dari Sudin Kesehatan, diharapkan menyediakan pelayanan konseling menyusui bagi ibu menyusui. Sudin PPAPP (Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk) juga harus mendampingi ibu atau keluarga berisiko serta melaksanakan program KB," ungkapnya.
Lebih lanjut, Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) diimbau untuk memastikan perusahaan menjalankan kebijakan cuti bersalin. "Sudin Sosial juga harus aktif memastikan ibu menyusui yang kurang mampu masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)," tambah Amien.
Dukungan bagi Ibu Menyusui
Peringatan Pekan Menyusui Sedunia 2025 diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab dalam memberikan dukungan serta perlindungan kepada ibu menyusui di wilayah Jakbar. Hal ini bertujuan untuk menciptakan generasi emas di masa mendatang.
Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Asri Yunita, menyebutkan bahwa Pekan Menyusui Sedunia 2025 mengusung tema global "Memungkinkan Pemberian ASI, Menciptakan Perubahan bagi Orang Tua yang Bekerja". "Tema ini menyoroti pentingnya dukungan menyeluruh bagi para orang tua pekerja dalam menjalani proses menyusui, baik di tempat kerja maupun di tempat-tempat umum," jelasnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.