Rabu 02 Apr 2025 12:24 WIB

Ukraina dan AS Bahas Isi Kesepakatan Mineral

Rancangan awal seharusnya ditandatangani pada 28 Februari.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di Ruang Oval Gedung Putih, Jumat, 28 Februari 2025, di Washington.
Foto: AP Photo/Mystyslav Chernov
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di Ruang Oval Gedung Putih, Jumat, 28 Februari 2025, di Washington.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ukraina pada Selasa (1/4/2025) menyatakan telah melaksanakan konsultasi pertama dengan Amerika Serikat mengenai isi kesepakatan mineral baru antara kedua negara. Isi kesepakatan itu diusulkan oleh AS.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengatakan bahwa Kiev menerima isi kesepakatan AS yang diperluas mengenai sumber daya mineral pada 28 Maret. “Saya juga mengonfirmasi kepada Anda bahwa kami telah memulai konsultasi yang tepat dengan pihak Amerika mengenai isi perjanjian tersebut,” kata Sybiha dalam konferensi pers bersama dengan mitranya dari Lithuania Kestutis Budrys di ibu kota Kiev.

Baca Juga

Sybiha mengatakan bahwa sesi konsultasi telah dilakukan, tetapi tidak memberikan rincian tentang pembicaraan tersebut. “Pihak Ukraina bertekad untuk menyelesaikan dokumen yang akan memenuhi kepentingan nasional bersama Amerika Serikat dan Ukraina,” katanya.

Menurut dia, isi kesepakatan tersebut akan berkontribusi pada infrastruktur keamanan negaranya. “Kami akan bekerja dengan rekan-rekan Amerika kami untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima bersama untuk ditandatangani,” tambahnya.

Pada 28 Maret, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Kiev telah resmi menerima rancangan perjanjian baru dari AS mengenai kesepakatan mineral penting. Rancangan awal seharusnya ditandatangani ketika Zelenskyy mengunjungi Gedung Putih pada 28 Februari.

Akan tetapi, pertemuan tersebut gagal setelah Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance beradu mulut dengan Zelenskyy. Saat itu, Zelenskyy disebut tidak berterima kasih atas dukungan Amerika selama bertahun-tahun.

 

sumber : Antara/Anadolu
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement