Selasa 04 Mar 2025 17:05 WIB

Warga Bekasi Ceritakan Banjir Terjadi Saat Menjelang Santap Sahur

"Tapi belum sempat sahur keburu banjir," kata Nurhayati.

Rep: Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Andri Saubani
Kendaraan terendam banjir yang menggenangi kawasan pertokoan di Grand Galaxy Park, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/3/2025). Banjir setinggi 1 meter menggenangi kawasan pertokoan di Grand Galaxy Park. Banjir disebabkan luapan air di Kali Bekasi akibat intensitas hujan yang tinggi dan banjir kiriman dari Bogor.
Foto: Republika/Edwin Putranto
Kendaraan terendam banjir yang menggenangi kawasan pertokoan di Grand Galaxy Park, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/3/2025). Banjir setinggi 1 meter menggenangi kawasan pertokoan di Grand Galaxy Park. Banjir disebabkan luapan air di Kali Bekasi akibat intensitas hujan yang tinggi dan banjir kiriman dari Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI – Nurhayati (69) seorang warga Margajaya RW 1 RT 05 Pekayon, Pangkalan Bambu, Bekasi, mengungkapkan terpaksa tak bisa menunaikan ibadah puasa. Pasalnya, banjir terjadi di detik-detik menjelang menyantap sahur.

“(Mau) sahur, kan masak sudah selesai, tapi belum sempat sahur keburu banjir, niatnya mau puasa, tapi enggak (jadi) kan lemas kita kan begini,” kata Nurhayati, Selasa (4/3/2025).

Baca Juga

Nurhayati menceritakan sekitar pukul 03.00 WIB dirinya tengah memasak santapan sahur. Ia mengatakan sekitar waktu itu sudah ada yang air masuk namun debitnya belum banyak.

Kan udah nyetekin (menyalakan) kompor jam 3 itu ada yang bilang sahur sahur gitu ada security yang membangunkan namanya itu tinggal nggak sahur nggak apa. Jam 3 bangunin anak-anak air sudah masuk tapi belum gede setelah itu air itu sampai segini,” katanya sembari menunjuk lehernya.

Pihaknya pun mengungkapkan banjir di kawasan rumahnya hingga kini belum surut. Bahkan, untuk akses menuju rumahnya masih kesulitan.

“Ya di sini udah mulai keliatan surut dikit (di jalan Bekasi Selatan) Di dalam rumah masih (banjir) boro-boro bisa lewat,” katanya.

Pihaknya mengungkapkan dalam satu rumah ada sekitar delapan orang yang tinggal. Mereka terdiri dari tiga anak kecil dan satu ibu hamil. Akibat banjir yang melanda itu pun pihaknya mengaku tak sempat menyelamatkan barang elektronik berharganya.

“Ada anak saya yang lagi hamil, kalau di rumah ada delapan orang, itu sama tiga anak,” katanya.

“Kaget lah lihat air sampai segini (leher), apalagi kulkas mesin cuci, kompor dua abis semua tempat tidur abis semua,” katanya mengakhiri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement