REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat pertama kali masuk sebagai mahasiswa Cyber University, Bimo Yunda Permana tidak pernah berpikir dirinya akan menjadi seorang wirausahawan. Ia hanyalah mahasiswa biasa dengan minat pada dunia digital dan teknologi.
Namun, segalanya berubah ketika dia mengikuti salah satu seminar kewirausahaan yang diadakan di kampusnya. Di sana, ia mendengar cerita tentang mahasiswa-mahasiswa yang berhasil menciptakan bisnis mereka sendiri sebelum lulus.
Bagaimana mereka bisa melakukannya? Bimo pun mulai penasaran dan ingin mencari tahu lebih dalam. Sebelum memutuskan kuliah, Bimo cukup selektif mencari jurusan apa yang cocok dengan kondisi zaman saat ini, agar setelah lulus punya prospek kerja yang luas.
Akhirnya ia menemukan Cyber University yang punya Program Studi Kewirausahaan (Digitalpreneur) yang eksklusif, dirancang khusus untuk mahasiswa yang benar-benar serius dalam membangun bisnis.
Program ini tak hanya menawarkan teori bisnis tetapi juga akses ke mentor, investor, dan komunitas startup yang solid. Saat masuk kuliah, pengalaman belajar di dalam dan luar kelas, membuat semangatnya memuncak, tatkala terpikirkan ide membangun startup.
Tidak ingin ketinggalan, Bimo pun mendaftarkan dirinya mengikuti pendanaan startup, meskipun ia merasa ragu apakah idenya cukup layak untuk berkembang. Namun, keinginannya untuk membuktikan dirinya bisa sukses lebih besar daripada ketakutannya.
Ketua Program Studi Kewirausahaan (Digitalpreneur) Cyber University, Zaenal Arief, menjelaskan Cyber University menghadirkan berbagai kegiatan bermanfaat bagi mahasiswa untuk membekali mereka dengan kompetensi wirausaha yang relevan dengan dunia industri.
"Di Cyber University, kami percaya kewirausahaan bukan hanya tentang memiliki ide, tetapi juga tentang keberanian untuk mengeksekusi, beradaptasi, dan menghadapi tantangan,’’ kata Zaenal dalam keterangan yang dilansir Kamis (27/2/2025).
Karena itu, mahasiswa Cyber University dibekali keterampilan bisnis nyata, mulai dari penyusunan model bisnis, strategi pemasaran, hingga negosiasi dengan investor.
Perjalanan Bimo dalam mewujudkan keinginannya, menghadapi banyak tantangan. Ia harus belajar menyusun model bisnis yang kuat, mencari sumber pendanaan, dan mengembangkan strategi pemasaran yang efektif.
“ Aku pernah mengalami kegagalan dalam presentasi bisnis di depan para investor tetapi aku gak mau nyerah. Justru, dari kegagalan itulah bisa belajar lebih banyak dan memperbaiki konsep bisnisnya,’’ kata Bimo.
Dengan bimbingan mentor dan dukungan dari sesama peserta program, jelas dia, akhirnya berhasil ia meyakinkan ide bisnis startup-nya yang fokus di bidang teknologi Pendidikan.
Zaenal Arief menambahkan, keberhasilan seperti ini adalah bukti bahwa pendekatan berbasis praktik yang diterapkan di Cyber University benar-benar efektif dalam menciptakan wirausahawan muda yang kompeten.
“Kami telah melihat banyak alumni yang sukses membangun bisnis mereka sendiri. Keunggulan mereka terletak pada mindset yang berani mengambil risiko, memahami tren pasar, serta mampu membangun jaringan yang kuat dengan ekosistem bisnis yang ada," jelasnya.
Perjalanan yang dimulai dengan rasa penasaran telah mengantarkan Bimo ke dunia bisnis yang nyata. Ia menyadari satu hal,“Kesuksesan bukan hanya tentang memiliki ide brilian, tetapi juga keberanian mencoba, belajar dari kegagalan, dan terus berusaha.”
Cerita Bimo ini hanyalah satu dari banyak kisah sukses mahasiswa Cyber University yang memanfaatkan peluang yang ada. Mungkin, kamu pun bisa menjadi bagian dari mereka jika berani mencari tahu dan mengambil langkah pertama dengan kuliah di Cyber University.