Selasa 16 Jul 2024 12:14 WIB

Pernah Dipecat Firli, Ini Alasan Giri Kini Ikut Seleksi Capim KPK

Giri Suprapdiono adalah mantan direktur Penyidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Andri Saubani
Giri Suprapdiono
Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Giri Suprapdiono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Giri Suprapdiono ikut mendaftar sebagai calon pimpinan (capim) periode 2024–2029. Giri mengungkapkan sejumlah alasan yang mendasari keinginannya menjadi pimpinan KPK.

Pertama, Giri menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak kenal kata jera. Menurutnya, para koruptor lah yang harus jera. Giri menyadari pendaftaran pimpinan KPK saat ini antusiasme memang berbeda dengan tahun 2014 atau 2019 di saat KPK harum namanya.

Baca Juga

"Namun bagi yang memandang bahwa KPK butuh perbaikan, ini menjadi tantangan. Tingkat kepercayaan KPK yang terpuruk seperti saat ini, justru menantang bagi beberapa orang, termasuk saya. Menarik tidaknya, tergantung niat mendaftar. Kami terbiasa membangun kelembagaan dari awal," kata Giri saat dikonfirmasi Republika pada Selasa (16/7/2024).

Kedua, Giri menegaskan KPK butuh dipimpin sosok berintegritas, berpengalaman memberantas korupsi, dan sudah tak lagi memikirkan diri sendiri. "Bukan pemimpin KPK yang hanya untuk dirinya sendiri, bahkan merusak KPK itu sendiri," lanjut Giri.

Ketiga, Giri mengamati KPK reputasinya kian hancur. Terbukti dari survei kepercayaan kepada KPK menempatkan KPK di nomor buncit. Kondisi ini menurutnya terburuk sepanjang sejarah KPK.

"Kita punya tanggung jawab moral mengembalikan reputasi KPK yang hancur," ujar Giri.

photo
KPK didera persoalan - (Republika/berbagai sumber)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement