Rabu 08 May 2024 14:08 WIB

Polisi Antisipasi Kemacetan di Bandung Saat Libur Panjang

Polisi mengantisipasi terjadinya kemacetan di Bandung saat libur panjang.

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Bilal Ramadhan
Arus lalu lintas di Jalan Tangkuban Parahu, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, padat merayap. Polisi mengantisipasi terjadinya kemacetan di Bandung saat libur panjang.
Foto: undefined
Arus lalu lintas di Jalan Tangkuban Parahu, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, padat merayap. Polisi mengantisipasi terjadinya kemacetan di Bandung saat libur panjang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Polisi bakal melakukan antisipasi potensi kemacetan kendaraan roda dua dan empat saat libur panjang akhir pekan ini di Kota Bandung. Seperti diketahui, terdapat libur kenaikan Isa Al Masih, Kamis (9/5/2024) dan cuti bersama Jumat (10/5/2024).

Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Eko Iskandar mengatakan petugas akan melakukan rekayasa lalu lintas apabila terjadi kemacetan. Namun, kebijakan tersebut melihat kondisi dan situasi di lapangan.

Baca Juga

"Iya kita pola yang diterapkan menerapkan rekayasa secara situasional, (dan) tidak mau memindahkan kemacetan ke tempat lain. Apabila ada kemacetan libur panjang baru rekayasa," kata Eko saat dihubungi, Rabu (8/5/2024).

Ia menuturkan para wisatawan Kota Bandung maupun luar Kota Bandung biasa memadati kawasan Jalan Asia Afrika, jalan menuju Lembang, Sukajadi dan Setiabudhi. Selain itu di pusat perbelanjaan seperti Gardujati, Pasir Kaliki dan Cihampelas.

Sebanyak 196 personel bakal diterjunkan melakukan pengamanan arus lalu lintas. Ia mengatakan personel tersebut diantaranya merupakan perwira. "Masing-masing total kurang lebih 98 orang per hari," kata dia.

Ia menambahkan pihaknya juga mengantisipasi kemacetan saat program Jalan Braga bebas kendaraan berlangsung. Eko mengatakan kemacetan tidak terjadi di sekitar Jalan Braga namun di Jalan Asia Afrika.

"Kepadataan ada di depan Alun-Alun dan Asia Afrika, kalau di Jalan Braga seputar Naripan aman," kata dia.

Eko mengatakan kepadatan kendaraan di Alun Alun terjadi karena terdapat petugas parkir yang memarkirkan kendaraan hingga tiga lapis termasuk di Jalan Banceuy yang bukan peruntukannya. Oleh karena itu, pihaknya telah mengevaluasi dan akan mengatasi hal itu.

"Seputar Banceuy, Cikapundung diatur kembali parkir 45 derajat dijadikan paralel," kata dia.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement