Jumat 26 Apr 2024 22:46 WIB

Cegah Kericuhan Terulang, Legislator Ingatkan Disdik Kota Bogor Persiapkan PPDB

Legislator minta Disdik Kota Bogor persiapkan PPDB agar kericuhan tidak terulang.

Orangtua dan siswa SDN Cibeureum 1 Kota Bogor melakukan unjuk rasa. Legislator minta Disdik Kota Bogor persiapkan PPDB agar kericuhan tidak terulang.
Foto: Republika/ Shabrina Zakaria
Orangtua dan siswa SDN Cibeureum 1 Kota Bogor melakukan unjuk rasa. Legislator minta Disdik Kota Bogor persiapkan PPDB agar kericuhan tidak terulang.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Komisi IV DPRD Kota Bogor, Jawa Barat, mengingatkan dan meminta Dinas Pendidikan (Disdik) setempat untuk mempersiapkan regulasi, sosialisasi, dan mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan baik agar tidak terjadi kericuhan seperti tahun lalu.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor Akhmad Saeful Bakhri di Kota Bogor, Jumat, menekankan pentingnya sosialisasi dan mekanisme proses PPDB kepada sekolah, dewan pendidikan, dan terutama masyarakat.

Baca Juga

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor harus bisa menjadi penyelenggara yang mengintegrasikan semua informasi dan data, agar tidak ada lagi kesalahpahaman tugas dan fungsi dari masing-masing bidang.

Apabila nantinya Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor membentuk tim verifikasi, Saeful meminta agar tim verifikasi ini bisa berkoordinasi secara baik dengan tim panitia PPDB dari masing-masing sekolah.

“Kami berharap kejadian tahun lalu tidak terulang. Wali kota membentuk tim verifikasi, tapi tidak jelas kerjanya apa. Kami akan pastikan, tim verifikasi harus berkoordinasi dan komunikasi dengan panitia PPDB di masing-masing sekolah,” ujarnya.

Pada saat rapat dengan Disdik, Saeful pun menyampaikan beberapa catatan hasil evaluasi PPDB tahun lalu, antara lain permasalahan administrasi penduduk (adminduk) dan tidak berfungsinya tim verifikasi bentukan Wali Kota Bogor.

Selain itu, menurut Saeful, yang harus disiapkan oleh Pemkot Bogor adalah kesiapan server dan kapasitas internet panitia pelaksana PPDB Kota dan di masing-masing sekolah, sebagai kebutuhan utama layanan daring.

“Kami berharap sudah terintegrasi antara Disdik dan Disdukcapil, agar terdapat kesamaan data dan untuk meminimalisasi terjadinya pendaftar siluman. Diskominfo pun, harus memastikan koneksi internet dan server pelayanan yang maksimal,” ujarnya. 

Di samping itu ia pun menyoroti minimnya jumlah sekolah negeri di Kota Bogor. Saeful memastikan sekolah satu atap atau yang sekarang disebut sekolah terpadu di Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, yang sudah selesai dibangun tahun ini bisa menerima siswa baru.

Berdasarkan informasi dari Disdik Kota Bogor untuk tingkat SD dan SMP akan dibuka pendaftaran untuk lima rombongan belajar (rombel).

“Kami harap ini menjadi awal yang baik bagi dunia pendidikan. Kami pastikan akan ada penambahan dua unit sekolah satu atap yaitu di Bogor Utara dan Bogor Timur,” jelasnya. 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement