Rabu 17 Apr 2024 14:10 WIB

Pemkab Sleman Buka 736 Formasi untuk CPNS-PPPK Tahun 2024

Rekrutmen CPNS tahun ini belum cukup menambah jumlah CPNS yang dibutuhkan.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Agus raharjo
Sejumlah calon pegawai negeri sipil (CPNS) mengikuti undian penempatan selama dua bulan di desa terpencil (ilustrasi).
Foto: Antara/Aguk Sudarmojo
Sejumlah calon pegawai negeri sipil (CPNS) mengikuti undian penempatan selama dua bulan di desa terpencil (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyiapkan kuota pada rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2024 ini sebanyak 736 formasi. Adapun rinciannya yakni sebanyak 147 formasi untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sedangkan untuk PPPK guru sebanyak 103 formasi, PPPK kesehatan 28 formasi, dan teknis lainnya 458 formasi.

"Saat ini sedang berproses verifikasi BKN dan menunggu penetapan dari Menpan. Pelaksanaan seleksi menunggu jadwal dari Panselnas," kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sleman, Budi Pramono, Rabu (17/4/2024).

Baca Juga

Budi mengatakan jumlah formasi tersebut disesuaikan dengan kemampuan daerah mengingat hal tersebut terkait dengan masalah pembiayaan gaji dan sebagainya.  Budi mengungkapkan jumlah kebutuhan pegawai di Sleman seharusnya sekitar 16 ribuan.

Sedangkan ASN yang ada saat ini baik dari PNS maupun PPPK baru sekitar 9.600-an. "Jadi kalau berdasarkan Anjab ABK kita masih kurang cukup banyak," ujarnya.

Budi mengakui rekrutmen CPNS tahun ini belum cukup untuk menambah jumlah CPNS yang dibutuhkan di Sleman. Namun ia mengatakan rekrutmen akan dilakukan bertahap.

"Untuk memenuhi anjab ABK-nya itu juga butuh waktu karena pensiun pertahunnya kita juga banyak," ungkapnya.

Budi juga mengatakan ada perbedaan rekrutmen CPNS pada tahun ini. Pada tahun lalu tidak ada rekrutmen untuk CPNS. Sedangkan pada rekrutmen tahun ini untuk posisi CPNS kembali digelar. 

"Yang tahun lalu kan semuanya PPPK, saat ini ada CPNS-nya, kemudian kalau tahun lalu semua kan tenaga fungsional sekarang ada pelaksananya, mengakomodir pelaksana. Ini kebijakan dari Menpan. Jadi tenaga non fungsional ada kesempatan mendaftar pada tahun ini," tuturnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement