Jumat 29 Mar 2024 11:28 WIB

Dampak Peningkatan DBD, PMI Solo Kekurangan Stok Trombosit 

PMI Solo catat permintaan trombosit bagi pasien DBD meningkat 100 persen tiap hari

Rep: Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Petugas menunjukan stok trombosit di Laboratorium Unit Transfusi Darah (UTD) PMI.
Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Petugas menunjukan stok trombosit di Laboratorium Unit Transfusi Darah (UTD) PMI.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Palang Merah Indonesia (PMI) Solo, mencatat permintaan trombosit naik hampir 100 persen per hari. Hal itu terjadi seiring meningkatnya kasus Demam Berdarah (DBD) di wilayah Soloraya sehingga terjadi peningkatan permintaan trombosit. 

“Banyaknya rumah sakit di Solo menjadi rujukan DBD membuat permintaan trombosit di PMI Solo naik,” kata CEO PMI Solo, Sumartono Hadinoto ketika dihubungi awak media(29/3/2024).

Martono menjelaskan setidaknya di hari biasa ada 30 kantong dengan berbagai jenis golongan yang dibutuhkan. Namun, pekan ini setidaknya meningkat hampir dua kali lipat di kisaran 50-60 kantong. “Biasanya permintaan trombosit 30 kantong per hari, sekarang 50-60 kantong,” katanya. 

Kendati permintaan meningkat, ia mengatakan stok trombosit tidak banyak. Pasalnya di bulan puasa ini tak banyak yang melakukan donor darah. 

“Repotnya buat kami trombosit naik, tidak bisa menyediakan stok banyak. Apalagi batas trombosit hanya dua hari untuk diproses,” jelasnya.

Martono sendiri mengatakan salah satu permintaan datang hingga ke Kabupaten Salatiga dan Semarang. Oleh sebab itu, ia pun mengajak masyarakat untuk donor darah. 

“Kami siapkan untuk berbuka dan siap yang berdonor di kantor PMI Solo. Jadi pada kesempatan ini kami PMI Solo menghimbau teman-teman pendonor atau yang tidak biasa donor, walaupun puasa monggo donor darah,” katanya mengakhiri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement