Jumat 29 Mar 2024 05:21 WIB

Tak Semua Orang Bisa Mengakses Sumber Air yang Layak

Banyak hal-hal kecil yang bisa dilakukan untuk mengurangi polusi air.

Communication Ambassador World Water Forum ke-10, Cinta Laura Kiehl.
Foto: Kemenkominfo
Communication Ambassador World Water Forum ke-10, Cinta Laura Kiehl.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anak muda perlu mendapatkan sosialisasi mengenai pentingnya mengelola air bersih. Tak semua orang, tidak hanya di Indonesia tetapi juga dunia, bisa memiliki akses terhadap sumber air yang layak.

Hal itu ditegaskan oleh Communication Ambassador World Water Forum ke-10, Cinta Laura Kiehl. Artis berdarah campuran Indonesia-Jerman ini, dipilih sebagai duta komunikasi untuk menggaet generasi milenial dan generasi Z, untuk menyebarkan berbagai informasi seputar World Water Forum.

Baca Juga

“Ini adalah event yang penting karena sudah waktunya kita menyosialisasikan khususnya kepada anak muda tentang pentingnya mengelola air," ujar Cinta Laura pada acara Konser Musik bertajuk “Yuk Ngabuburit Jelang World Water Forum ke-10” di Anjungan Sarinah, Jakarta.

Selaku Communication Ambassador World Water Forum ke-10, Cinta Laura memiliki tugas mengajak generasi muda berkontribusi dan peduli pada isu-isu tentang air dan lingkungan. “Banyak sekali hal-hal kecil yang bisa kita lakukan untuk berkontribusi dalam mengurangi polusi air," ujarnya. 

"Semisal, jangan sampai membuang-buang air karena banyak sekali teman-teman kita di luar sana yang tidak punya akses ke air bersih yang layak,” ucapnya menambahkan.

Selain itu, botol bekas atau sampah jangan dibuang sembarangan. Karena pada akhirnya, botol plastik tersebut mungkin akan sampai di sumber air yang dibutuhkan oleh orang-orang dan akan mengontaminasi air yang mereka minum atau gunakan di keseharian.

Aktivitas sehari-hari lainnya seperti mencuci dengan sabun atau detergen, jika tidak dilakukan dengan tepat ternyata dapat berpotensi mencemari lingkungan. Cinta Laura menyebut, kita perlu lebih teliti dalam memilih sabun dengan kandungan yang lebih ramah terhadap lingkungan dan tidak mencemari sumber air yang digunakan masyarakat.

“Terakhir, jangan mandi terlalu lama. Jangan karena kita ingin lebih merasa segar atau sedang galau, lalu akhirnya berlama-lama mandi dan membuang banyak air. Mari kita jaga air kita,” imbaunya. 

Sosok yang memiliki kesibukan sebagai aktris, penyanyi, dan aktif dalam berbagai aktivisme sosial, termasuk isu lingkungan ini, turut mengajak generasi muda untuk menggunakan media sosial sebagai alat menyebarkan pengetahuan tentang menjaga keberlangsungan air.

“Gunakan dan suarakanlah isu-isu seputar air ini, supaya teman-teman lainnya di luar sana bisa semakin paham dan ikut melakukan berbagai aksi kecil yang berkontribusi di isu air,” ujarnya. 

Tahun ini, World Water Forum ke-10 akan diselenggarakan di Bali pada 18–25 Mei 2024. Sebagai salah satu bentuk dukungan promosi menuju World Water Forum ke-10, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik mengadakan kegiatan konser musik bertajuk “Yuk Ngabuburit Jelang World Water Forum ke-10” di Anjungan Sarinah, Jakarta. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement