Ahad 24 Mar 2024 17:29 WIB

Dinas Lingkungan Hidup Bogor Mulai Ambil Sampel Gel Guna Cek Penyebab Buih Sungai Ciliwung

Uji lab sampel air sungai Ciliwung akan berlangsung selama dua pekan.

Warga menyeberangi aliran Sungai Ciliwung melalui jembatan darurat, yang melintas antara Kelurahan Baranangsiang Kecamatan Bogor Timur dan Kelurahan Babakan Pasar Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (14/11/2023). Jembatan darurat ini dibuat oleh warga dari karung berisi batu sejak awal Mei 2023, ketika Jembatan Otista dibangun.
Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Warga menyeberangi aliran Sungai Ciliwung melalui jembatan darurat, yang melintas antara Kelurahan Baranangsiang Kecamatan Bogor Timur dan Kelurahan Babakan Pasar Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (14/11/2023). Jembatan darurat ini dibuat oleh warga dari karung berisi batu sejak awal Mei 2023, ketika Jembatan Otista dibangun.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR --  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Jawa Barat, mengambil sampel dan melakukan uji laboratorium dari gel yang ditemukan tim investigasi penyebab aliran Sungai Ciliwung, Kelurahan Kedunghalang berbuih. Kepala DLH Kota Bogor Denni Wismanto di Kota Bogor, Ahad (24/3/2024), mengatakan uji laboratorium akan berjalan selama sekitar dua pekan.

“Sampelnya kita cek lagi mau dibawa ke laboratorium, jadi kita tahu kandungannya betul sabun atau bukan. Kalau kita lihat kan kasat mata itu sabun,” kata Denni.

Baca Juga

Ia menjelaskan, dugaan sementara dari yang dilihat di lapangan gel tersebut merupakan sabun. Hal itu menurutnya bisa terlihat secara kasat mata dan dari baunya.

“Sementara masih seperti itu yang kita lihat dan cek di lapangan. Dari kasat mata dan dari bau,” ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim gabungan investigasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, terduga pelaku mengaku gudang penyimpanan itu hanya merupakan tempat untuk uji coba gel tersebut. Denni pun mengimbau kepada para pemilik usaha untuk memiliki izin. Diduga, pemilik usaha yang mengaku pabriknya berada di Kabupaten Bogor itu tidak paham terkait izin usaha.

“Kegiatan usaha harus berizin. Begini kan karena ketidakpahaman mereka berusaha. Memang harus ada peningkatan pengawasan,” kata Denni.

Munculnya busa di Aliran Sungai Ciliwung, Kelurahan Kedung Halang, pertama kali dilihat oleh warga pada Sabtu (23/3/2024) pagi. Temuan itu selanjutnya dilaporkan kepada Satgas Naturalisasi Ciliwung, unsur wilayah, dan DLH Kota Bogor.

Tim gabungan Pemkot Bogor yang terdiri atas Satgas Naturalisasi Ciliwung, DLH, Satpol PP, BPBD, kecamatan, dan kelurahan melakukan investigasi mencari penyebab busa di aliran Sungai Ciliwung, dan menyegel gudang transit yang diduga membuang limbah ke aliran sungai.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement