Rabu 20 Mar 2024 12:00 WIB

Dedi Mulyadi Temukan Emak-Emak Buruh Tani Masih Diberi Upah Kecil

Legislator Dedi MUlyadi menemukan emak-emak buruh tani di Karawang masih diupah kecil

Anggota DPR, Dedi Mulyadi. Legislator Dedi MUlyadi menemukan emak-emak buruh tani di Karawang masih diupah kecil
Foto: Dok DPR
Anggota DPR, Dedi Mulyadi. Legislator Dedi MUlyadi menemukan emak-emak buruh tani di Karawang masih diupah kecil

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Mantan wakil ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi, menemukan nasib buruh tani dari kalangan emak-emak di daerah lumbung padi, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mendapatkan upah kecil setelah seharian kerja di sawah.

"Kondisi itu tentu menyedihkan, karena mereka bekerja sebagai buruh tani di bawah terik matahari. Mereka bekerja seharian dari pagi sampai sore," kata Dedi Mulyadi saat berbincang-bincang dengan emak-emak yang menjadi buruh tani di wilayah Telukjambe, Karawang, Selasa (20/3/2024).

Baca Juga

Saat berkeliling di wilayah Karawang, Dedi Mulyadi secara tak sengaja bertemu dengan rombongan emak-emak di areal sawah di sekitar Telukjambe, Karawang.

Emak-emak tersebut berjalan melewati pematang sawah sambil membawa sejumlah peralatan yang biasa digunakan untuk bekerja. Rupanya mereka baru pulang tandur di satu areal sawah milik orang lain.

Salah seorang buruh tani tersebut mengungkapkan bahwa mereka biasa bekerja dari pukul 7.00 WIB sampai sore sekitar pukul 16.00 WIB. Upah yang mereka dapatkan terbilang kecil, hanya Rp 50 ribu per hari.

Belum lagi saat puasa seperti ini uang mereka banyak habis di jalan karena tidak sempat memasak sehingga upah yang didapat dibelikan makanan untuk persiapan berbuka puasa.

Dedi mengaku sedih atas nasib yang dialami kondisi buruh tani tersebut. Sebab nasib buruh tani yang ditemuinya saat ini tak beda jauh dengan mereka yang memiliki pekerjaan sama di berbagai daerah di Indonesia.

“Jadi sudah kerja dari pagi sampai sore hanya dapat Rp50 ribu, tidak ada makan makan atau uang makan juga,” katanya.

Dedi Mulyadi turut merasakan apa yang dirasakan para emak-emak tersebut sebab menanam padi tak semudah memasak nasi untuk dimakan.

“Sudah susah (menanam padi), belum tentu juga hasil. Bisa gagal panen gara-gara hama atau busuk kebanjiran,” kata dia.

Di akhir pertemuan, Dedi kemudian memberikan bekal makanan kepada para buruh tani tersebut sehingga mereka tak perlu lagi membeli atau memasak untuk keluarganya di rumah.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement