Jumat 15 Mar 2024 21:14 WIB

Pemprov Jateng Upayakan TMC Antisipasi Cuaca Ekstrem Sepekan Ke Depan

Sejumlah daerah di Jateng sudah dilanda banjir akibat cuaca ektrem.

Warga korban banjir mengangkut sembako menggunakan rakit melintasi jalan Pantura yang terendam banjir di Karanganyar, Demak, Jawa Tengah, Senin (12/2/2024).  Banjir yang disebabkan jebolnya tanggul Sungai Wulan itu masih merendam jalan utama Semarang-Surabaya sejak sejak lima hari yang lalu (Kamis/8/8), sementara arus lalu-lintas dialihkan ke jalur alternatif melalui Kabupaten Jepara dan Grobogan.
Foto: ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
Warga korban banjir mengangkut sembako menggunakan rakit melintasi jalan Pantura yang terendam banjir di Karanganyar, Demak, Jawa Tengah, Senin (12/2/2024). Banjir yang disebabkan jebolnya tanggul Sungai Wulan itu masih merendam jalan utama Semarang-Surabaya sejak sejak lima hari yang lalu (Kamis/8/8), sementara arus lalu-lintas dialihkan ke jalur alternatif melalui Kabupaten Jepara dan Grobogan.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG--Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengupayakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah dalam waktu sepekan ke depan.

"Satu minggu ke depan, cuaca ekstrem masih perlu diantisipasi. Insya Allah ada upaya, seperti rekayasa cuaca yang dilakukan BNPB dan BMKG," kata Penjabat Gubernur Jateng Nana Sudjana, di Semarang, Jumat (15/3/2024).

Baca Juga

Hal tersebut disampaikannya di sela tinjauan lokasi banjir dan sejumlah rumah pompa di Semarang bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait, termasuk Wali Kota Semarang. Koordinasi Pemprov Jateng dengan BNPB dan BMKG masih dilakukan, dan rencananya akan ada rapat bersama terkait penanganan dan antisipasi bencana alam akibat cuaca ekstrem di wilayah tersebut.   

"Rencananya, hari ini BNPB datang dan akan melakukan rapat juga dengan BMKG terkait kebutuhan yang diperlukan daerah dan juga upaya rekayasa cuaca, sehingga intensitas curah hujan bisa ada pengalihan," katanya.

Beberapa daerah di Jateng yang jadi perhatian mengingat bencana banjir sudah terjadi di daerah tersebut. Antara lain Kota Semarang, Kabupaten Demak, Grobogan, Kendal, Pekalongan.

Selain itu, mantan kapolda Metro Jaya itu mengingatkan antisipasi lokasi rawan longsor yang perlu menjadi perhatian, seperti Kabupaten Banjarnegara, Wonosobo, dan Pemalang.

Berkaitan kondisi banjir di Kota Semarang, Nana menjelaskan secara umum sudah banyak lokasi yang surut, seperti Stasiun Semarang Tawang, sekitar Sungai Banjir Kanal Timur, dan sekitar Banjir Kanal Barat.

"Kemarin sempat viral Semarang seperti lautan. Sekarang sudah surut, tadi pengungsi juga sudah ada yang kembali ke rumah. Tadi ke Stasiun Tawang sudah normal, sudah beroperasi," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mendukung upaya pencegahan banjir dengan rekayasa cuaca menggunakan TMC yang dapat mencegah atau mengendalikan arah hujan. TMC terbukti efektif dapat mengendalikan bencana sejak dulu, mulai dari mengatasi kekeringan, mengisi waduk saat kemarau, hingga mencegah banjir.

"Dalam waktu dekat akan ada rapat koordinasi dengan Kepala BNPB dan Kepala BMKG di Kota Semarang bersama enam kabupaten/kota," kata Ita, sapaan akrabnya.

Di Kota Semarang, kata dia, penanganan banjir secara maksimal mulai dengan dengan mengoptimalkan rumah pompa, pendirian posko kesehatan dan dapur umum, serta pendistribusian logistik makanan.

"Tentunya kami berharap dengan rekayasa atau TMC tersebut, hujan bisa diarahkan ke laut sehingga cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi ini bisa dibawa ke laut. Harapannya Kota Semarang khususnya dan kota-kota sepanjang pesisir ini bisa aman dari banjir dan kembali lagi pulih seperti sedia kala," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement