Kamis 07 Mar 2024 08:00 WIB

Update Merapi: Luncurkan 36 Kali Guguran Lava

BPPTKG menyebut guguran lava mengarah ke barat daya atau Kali Bebeng

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Guguran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Srumbung, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (29/2/2024). Menurut data BPPTKG periode pengamatan 28 Februari 2024 pukul 00.00 - 24.00 WIB telah terjadi sembilan kali guguran lava dengan jarak luncur maksimal 1.300 meter dan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran Gunung Merapi.
Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Guguran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Srumbung, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (29/2/2024). Menurut data BPPTKG periode pengamatan 28 Februari 2024 pukul 00.00 - 24.00 WIB telah terjadi sembilan kali guguran lava dengan jarak luncur maksimal 1.300 meter dan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran Gunung Merapi.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat bahwa Gunung Merapi memuntahkan puluhan guguran lava dalam 24 jam terakhir. Setidaknya, tercatat 36 kali guguran lava yang diluncurkan pada Rabu (6/3/2024).

Kepala BPPTKG, Budi Agus Santoso mengatakan, guguran lava tersebut mengarah ke barat daya atau Kali Bebeng. "Jarak luncur maksimum tercatat hingga 1.600 meter," kata Agus, Kamis (7/3/2024).

Aktivitas vulkanik Merapi masih cukup tinggi, dimana saat ini Merapi masih berstatus siaga atau level 3. Potensi bahaya Merapi saat ini masih berupa guguran lava dan awan panas guguran (APG).

Bahkan, pada Senin (4/3/2024) tercatat bahwa Gunung Merapi meluncurkan rentetan APG. Rentetan APG tersebut mengakibatkan hujan abu vulkanik di beberapa wilayah di sekitar Merapi.

BPPTKG mengatakan bahwa hujan abu vulkanik tersebut terpantau di Stasiun Pengawasan Pasar Bubar atau sisi utara Merapi dengan jarak 800 meter dari puncak.

"Hujan abu tipis juga dilaporkan terjadi di Selo dan Cepogo, Kabupaten Boyolali," ucap Budi.

Rentetan APG tersebut terjadi sejak pukul 16.03 WIB hingga 16.32 WIB. BPPTKG merinci bahwa APG pertama yang tercatat pada 16.30 WIB dengan amplitudo maksimal 45 milimeter. APG ini mengarah barat daya dengan jarak luncur 2.600 meter.

APG kedua pada Senin ini tercatat pukul 16.18 WIB dengan amplitudo maksimal 43 milimeter. Estimasi jarak luncur APG kedua ini maksimal 2.300 meter yang mengarah ke barat daya.

Selanjutnya, juga tercatat APG pukul 16.22 WIB dengan amplitudo maksimal 47 milimeter, dengan estimasi jarak luncur maksimal 1.200 meter ke barat daya. Pada pukul 16.24 WIB juga tercatat APG dengan amplitudo maksimal 48 milimeter, dan estimasi jarak luncur 1.600 meter ke barat daya.

APG selanjutnya tercatat pada pukul 16.27 WIB dengan amplitudo maksimum 40 milimeter, dimana estimasi jarak luncur APG ini mencapai 1.200 meter yang mengarah ke barat baya. Pada pukul 16.29 WIB juga tercatat APG dengan amplitudo max 41 milimeter dengan estimasi jarak luncur 1.400 meter ke barat daya.

Sementara, APG yang ketujuh tercatat pada pukul 16.32 WIB dengan amplitudo maksimum 41 milimeter. estimasi jarak luncur APG tersebut tercatat maksimal 2.300 meter yang mengarah ke barat daya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement