Jumat 23 Feb 2024 01:13 WIB

Menaker dan ILO Bertemu Bahas Realisasi Program Pekerjaan Layak

Menaker meminta ILO untuk melanjutkan pencapaian kerja layak di Indonesia.

Menaker Ida Fauziyah (kanan) dan Direktur  ILO untuk Indonesia dan Timor Leste Simrin Singh dalam pertemuan di Kantor Kemnaker Jakarta, Kamis (22/2/2024).
Foto: ANTARA/HO-Kemnaker
Menaker Ida Fauziyah (kanan) dan Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor Leste Simrin Singh dalam pertemuan di Kantor Kemnaker Jakarta, Kamis (22/2/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah melakukan pertemuan dengan Direktur International Labour Organization (ILO) untuk Indonesia dan Timor Leste Simrin Singh membahas realisasi program pekerjaan layak di Indonesia. Menurut keterangan di Jakarta Kamis, (22/2/2024), Menaker Ida meminta ILO untuk melanjutkan pencapaian kerja layak di Indonesia serta menjadi penghubung terhadap hal-hal yang masih menjadi persoalan dalam merealisasikan dukungan terhadap program pekerjaan layak bagi Indonesia atau Decent Work Country Programme (DWCP) for Indonesia.

"Program pekerjaan layak merupakan sarana utama bagi ILO untuk mempromosikan kerja layak sebagai komponen kunci dari strategi pembangunan nasional," kata Menaker Ida Fauziyah dalam pertemuan yang diadakan di Kantor Kemnaker. 

Baca Juga

Selain membahas isu pekerjaan layak sebagai salah satu strategi pembangunan nasional, Ida juga menyampaikan harapan agar ILO mendukung koordinasi antar-kementerian dan lembaga serta pemangku kepentingan dalam menerapkan Konvensi ILO. Khususnya yang berkaitan dengan Maritime Labour Convention.

"Kami membutuhkan peran ILO dalam memfasilitasi koordinasi para pemangku kepentingan untuk merespon harmonisasi regulasi dan implementasi kerja layak di sektor maritim," kata Ida. Menaker juga mengharapkan ke depan ILO dapat menjadi mitra potensial tripartit Indonesia dalam upaya meningkatkan tingkat pemahaman dan kepatuhan kelompok pengusaha dan kelompok pekerja.

Sehingga dapat meminimalisasi kasus-kasus ketenagakerjaan yang mungkin saja timbul. ILO kemudian juga dimintanya untuk merespons secara cepat semua isu-isu ketenagakerjaan yang sedang berkembang dan menjadi tren global. "Semoga kita dapat bertukar informasi mengenai kerja sama antara ILO dan Indonesia di bidang ketenagakerjaan," Ida menyampaikan. 

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement