Jumat 09 Feb 2024 08:16 WIB

MRT Angkut Rata-Rata 102.041 Penumpang per Hari pada Januari 2024

Saat hari kerja Senin-Jumat, rata-rata 116.340 orang menggunakan layanan MRT Jakarta.

Rep: Bayu Adji Prihanmmanda/ Red: Erik Purnama Putra
Penumpang menaiki MRT Jakarta saat liburan akhir tahun pada Selasa (26/12/2023).
Foto: Republika/Prayogi
Penumpang menaiki MRT Jakarta saat liburan akhir tahun pada Selasa (26/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatat jumlah penumpang MRT mengalami peningkatan pada Januari 2024 dibandingkan bulan sebelumnya. Selama Januari 2024, terdapat 3.163.357 orang menggunakan layanan MRT.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Ahmad Pratomo mengatakan, rata-rata ada 102.041 orang per hari yang menggunakan layanan MRT selama Januari 2024. Saat hari kerja Senin-Jumat, rata-rata ada 116.340 orang menggunakan layanan MRT Jakarta.

Sementara rata-rata jumlah penumpang bulan sebelumnya berjumlah 98.341 orang per hari. "Ketepatan waktu tempuh, kedatangan, dan berhenti ratangga pun konsisten mencapai 99,9 persen," kata Ahmad melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (8/2/2024).

Ahmad mengatakan, PT MRT Jakarta bekerja sama dengan berbagai instansi untuk menaikkan jumlah penumpang. Berbagai pihak yang dimaksud terutama dari industri wisata seperti sektor kuliner, aktivitas, hingga pusat perbelanjaan, kesehatan, dan pendidikan.

Selain itu, disediakan juga promo tiket di sejumlah tempat wisata untuk penumpang MRT. Kerja kolaborasi dengan sejumlah operator transportasi publik pengumpan (feeder) juga mendorong peningkatan angka keterangkutan. Apalagi, moda pengumpan itu juga mengangkut dari kawasan hunian langsung menuju stasiun terdekat.

"Terbaru, PT MRT Jakarta bekerja sama dengan Damri untuk menyediakan layanan pengumpan dari PIK 2 menuju Stasiun Blok M BCA," kata Ahmad.

Menurut Ahmad, kehadiran angkutan pengumpan akan berdampak tidak saja terhadap kenaikan angka keterangkutan. Lebih dari itu, angkutan pengumpan juga mendorong kebudayaan menggunakan platform berbagi kendaraan (ride sharing).

"Secara angka, operator pengumpan ini menyumbang sekitar 23 persen angka keterangkutan dari total ridership MRT Jakarta," ucap Ahmad. 

Dia menambahkan, sejak Mei 2023, waktu operasional ratangga dan stasiun saat akhir pekan mengalami perubahan. Waktu operasional yang biasanya mulai pukul 06.00-24.00 WIB menjadi pukul 05.00-24.00 WIB. Hal itu dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas masyarakat pada akhir pekan di sepanjang jalur MRT Jakarta. 

Sebagai bagian dari inovasi dan mengikuti tren digital oleh masyarakat, pengguna jasa MRT dapat menggunakan aplikasi MRT Jakarta di ponsel pintar untuk membeli tiket perjalanan. Dalam aplikasi itu juga tersedia fitur poin penggunaan untuk ditukar dengan berbagai promo, bahkan menonton film dan bermain gim ponsel. 

"Seluruh fitur gaya hidup ini bertujuan untuk memberikan pengalaman penuh kepada pelanggan saat menggunakan layanan MRT Jakarta," kata Ahmad.

Selain itu, melalui aplikasi itu juga dapat dilakukan pembelian tiket rombongan (maksimal lima tiket per akun). Fitur itu disediakan untuk memudahkan pelanggan rombongan untuk bepergian.

"PT MRT Jakarta (Perseroda) juga menyediakan mesin top up uang elektronik keluaran bank di setiap stasiun," ujar Ahmad.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement