Rabu 07 Feb 2024 15:12 WIB

Lembur Pakuan Disebut Jadi Destinasi Wisata Politik Riang Gembira

Setiap hari ribuan orang mendatangi Lembur Pakuan.

Dedi Mulyadi menyambut warga yang menyambanginya di Lembur Pakuan.
Foto: istimewa/doc humas
Dedi Mulyadi menyambut warga yang menyambanginya di Lembur Pakuan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, menyebut antusiasme warga Jawa Barat untuk datang ke Lembur Pakuan setiap hari, mengubah tempat itu jadi destinasi wisata. Ribuan warga dari berbagai wilayah di Jawa Barat datang bergiliran setiap hari ke lembur tersebut.

Pada momentum Pilpres 2024 ini, kata Toto, Lembur Pakuan Desa Sukasari, Kecamatan  Dawuan, Kabupaten Subang, menjadi destinasi wisata politik riang gembira. Dalam pengamatan Toto, warga yang sebagian besar terdiri dari ibu-ibu itu datang menggunakan aneka alat transportasi mulai dari kendaraan pribadi sampai kendaraan umum seperti bus. Tak ada wajah muram dan capek disana. 

“Mereka yang datang  semuanya tampak senang dan gembira. Apalagi saat tuan rumah, Dedi Mulyadi menyambutnya dengan ramah dan merakyat. Bahkan, sebagian besar dari mereka berebut bersalaman dan berfoto selfi dengan Kang Dedi,” kata Toto dalam siaran pers, Rabu (7/2/2024).

Toto mengaku kagum melihat sejumlah Ibu-ibu dari Majalengka membawa aneka hasil tani seperti singkong, ubi, pisang, jagung dan lain-lain untuk diberikan kepada Dedi Mulyadi. Oleh-oleh itu mereka bawa sebagai bentuk ungkapan senang dan terima kasih bisa diterima di Lembur Pakuan.

 

Meskipun, menurut Toto, dari semua yang hadir ke situ, hanya dua tujuannya. Pertama, ingin bertemu Dedi Mulyadi agar maju sebagai calon gubernur Jawa Barat. Kedua, mereka ingin menyampaikan pesan dan aspirasi dukungan kepada capres 02 Prabowo Subianto agar terpilpih pada Pilpres 2024.

Dijelaskannya, sebagai tuan rumah, Dedi yang juga caleg DPR RI dari Gerindra ini tentu menyambut mereka dengan gembira. Selain menyediakan makan dan minum, Dedi juga mengajak mereka masuk ke ruangan bertenda dengan kapasitas 5000 orang yang baru dibangun. 

Awalnya, lanjut Toto, Dedi hanya menyiapkan ruangan terbuka berkapasitas 300an orang. Namun, sejalan dengan makin besarnya jumlah yang hadir, baik dari Pangandaraan, Tasik, Garut, Bogor, Cianjur, Majalengka dan lain-lain, akhirnya Dedi membuat tenda besar yang aman saat hujan.

Yang pasti, lanjut Toto, sebagai politisi, Dedi juga tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk berdiskusi, bercerita dan berbagi ilmu serta pengalaman kepada mereka. Termasuk, Dedi juga memohon semua yang hadir untuk mendukungnya, khususnya untuk kemenangan pasangan Prabowo – Gibran. 

Tapi yang menarik, kata Toto, Dedi menyampaikan semua itu dengan kemasan menghibur, baik lewat musik maupun candaan khasnya yang membuat seluruh hadirin tertawa. Apalagi, saat Dedi tak sendirian. Dia ditemani komedian Ohang yang juga asli Jawa Barat.

“Saya lihat semua hadirin hanyut dalam kegembiraan yang penuh dengan gelak tawa dan tepuk tangan. Saya baru tahu kalau duet Dedi dan Ohang dalam satu forum itu ternyata mampu mengocok perut hadirin,” ungkapnya.

Dalam pandangan Toto, cara berkampanye yang dilakukan Dedi Mulyadi baik untuk dirinya maju sebagai cagub Jabar, maupun untuk Prabowo sebagai capres, bisa menjadi model yang menginspirasi para politisi lain. 

Dalam kontek ini, menurut Toto, mungkin Dedi Mulyadi lah politisi Jabar yang mampu menerjemahkan politik riang gembira yang sering disuarakan Prabowo. Yakni, kampanye tanpa hujatan, cacian dan fitnah. 

Dari situlah, Prabowo populer dengan joget gemoy nya sebagai respon terhadap siapapun yang menghina, mengejek dan menfitnahnya. “Kang Dedi sudah cukup berhasil menerjemahkan politik riang gembira dengan caranya sendiri. Karena itu wajar, jika dia juga berperan cukup besar dalam mendongkrak suara Prabowo di Jabar. Khususnya, di Dapil 7 yang meliputi Purwakarta, Karawang dan Bekasi," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement