Senin 05 Feb 2024 18:14 WIB

BPBD Kota Bogor Evakuasi 31 Warga yang Rumahnya Terancam Longsor

Longsor terjadi di Kota Bogor, Jabar, pada Ahad (4/2/2024) siang ketika hujan deras.

Buku Iqra yang ditemukan diantara puing-puing bangunan hancur akibat longsor (ilustrasi). BPBD Bogor mengevakuasi warga yang rumahnya terancam longsor di Bogor.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Buku Iqra yang ditemukan diantara puing-puing bangunan hancur akibat longsor (ilustrasi). BPBD Bogor mengevakuasi warga yang rumahnya terancam longsor di Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, KOTA BOGOR -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mengevakuasi 31 orang warga yang rumahnya terancam longsor di Gang Makam, Kelurahan Cilendek, Kota Bogor, Jawa Barat. Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Hidayatulloh mengatakan longsor terjadi pada Ahad (4/2/2024) siang ketika hujan deras. Warga kemudian melapor ke BPBD melalui media sosial, bahwa ada abrasi saluran air Sungai Cidepit.

Ia menyebutkan, longsor dengan tinggi sekitar 6 meter dan lebar 25 meter ini menutupi badan Sungai Cidepit serta mengancam rumah warga dan fasilitas umum. Beberapa batang pohon juga terbawa material longsor.

Baca Juga

“Kami BPBD dan Pak Lurah juga kontak kami langsung ke lokasi. Upaya yang kami lakukan karena kondisinya labil, tanah itu masih terus bergerak, artinya kita mengevakuasi warga dulu,” kata Hidayatulloh, Senin (5/2/2024).

Dia mengatakan, 31 orang yang dievakuasi berasal dari dua RW yakni RW 1 dan RW 5. Selain mengancam rumah warga, fasilitas umum yang terdampak ialah posyandu, poskamling, dan pos ojek.

 

Saat ini BPBD mengupayakan agar warga mengosongkan rumahnya karena dikhawatirkan tanah kembali bergerak. “Langsung kita bikin police line dengan teman-teman Babinkamtibmas, mengantisipasi kemungkinan terburuk,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Hidayatulloh, BPBD mengedukasi warga agar mengosongkan area sekitar. Kemudian merelokasi warga terdampak ke tetangganya atau ke rumah kontrakan. “Kemungkinan yang terdampak parah rumahnya tidak bisa ditempati, kita lakukan hunian sementara (huntara),” katanya.

Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa lantaran aparat di wilayah sudah siap siaga memberi peringatan kepada warga setempat, sehingga BPBD juga bisa melakukan mitigasi. “Alhamdulillah pas kejadian enggak ada korban jiwa karena kesiapsiagaan aparat di wilayah, pengurus di wilayah luar biasa. Masya Allah ada early warning system pake priwit, toa, wawar,” ujarnya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement