Rabu 24 Jan 2024 17:06 WIB

Bey Minta Ada Shuttle di Lokasi Wisata dari Stasiun Garut dan Banjar

Hadirnya KA Papandayan Ekspres meningkatkan aksesibilitas ke kawasan Jabar Selatan.

Dirut PT KAI Didiek Hartantyo memberikan miniatur kereta api kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto dan Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin saat peluncuran KA Papandayan dan KA Pangandaran, di Stasiun Garut, Jawa Barat, Rabu (24/1/2024). Selain untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, beroprasinya dua kereta ini diharapkan akan memperkuat konektivitas antar wilayah di Jawa Barat serta membuka banyak peluang untuk pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Dirut PT KAI Didiek Hartantyo memberikan miniatur kereta api kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto dan Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin saat peluncuran KA Papandayan dan KA Pangandaran, di Stasiun Garut, Jawa Barat, Rabu (24/1/2024). Selain untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, beroprasinya dua kereta ini diharapkan akan memperkuat konektivitas antar wilayah di Jawa Barat serta membuka banyak peluang untuk pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin meminta diadakannya angkutan penghubung (shuttle) antara Stasiun Garut dan Stasiun Banjar ke tempat-tempat wisata di sekitarnya, menyusul hadirnya Kereta Api (KA) Pangandaran dan Papandayan.

Karena, menurut Bey, hadirnya KA Papandayan Ekspres (Garut-Gambir) dan KA Pangandaran (Banjar-Gambir) meningkatkan aksesibilitas ke kawasan Jabar Selatan di Priangan Timur karena memberikan opsi lain untuk perjalanan masyarakat termasuk ke tempat-tempat wisata.

"Kami sebetulnya masih menyiapkan potensi-potensi pariwisata, tapi ternyata KAI lebih dulu menyiapkan armadanya, terima kasih sekali. Dan saya mintakan kepada Dinas Pariwisata Provinsi Jabar untuk segera menyiapkan shuttle ke tempat wisata dari stasiun Garut ke tempat wisata dan juga Stasiun Banjar ke Pangandaran biar tidak terlalu lama di jalan memikirkan transportasi lanjutan," kata Bey di Garut, Jawa Barat, Rabu (24/1/2024).

Dengan dioperasikannya KA Papandayan dan KA Pangandaran, ucap Bey, tentunya akan memperkuat konektivitas antar kota dan antar daerah di Jawa Barat serta membuka lebih banyak lagi pintu peluang untuk pertumbuhan ekonomi, pariwisata dan mobilitas penduduk.

"Garut dan Banjar memiliki potensi wisata bagus mulai kuliner, budaya, hingga alam dan panoramanya. Namun saya juga banyak terima laporan untuk di daerah kawasan pariwisata masih banyak pungli parkir jadi kami minta Pj Bupati dan Walikota untuk segera membereskannya agar memberikan kenyamanan dan keamanan kepada wisatawan," ucapnya.

Demi mendukung operasional kereta api Papandayan dan Pangandaran, Bey mengatakan bahwa dia juga meminta Pj Bupati Garut Barnas Adjidin dan Pj Wali Kota Banjar Ida Wahida Hidayati untuk menggunakan kereta api ketika perjalanan dinas ke Bandung.

"Tentunya kami akan mendukung hadirnya kereta api ini, nanti kalau Pak PJ Bupati Garut dan ibu PJ Wali Kota Banjar ke mau ketemu saya harus tunjukkan karcis keretanya, kalau enggak ada, enggak akan saya terima. Kalau bisa tunjukkan, baru saya terima di ruangan saya. Kalau enggak, lewat telepon aja," ujarnya.

Diketahui, PT Kereta Api Indonesia (Persero) meluncurkan tiga KA baru pada Rabu ini, yaitu KA Papandayan Ekspres (Garut-Gambir), KA Pangandaran (Banjar-Gambir), dan KA Malabar keberangkatan pagi hari (Bandung-Malang), demi meningkatkan aksesibilitas di jalur selatan Jabar.

Peluncuran KA Papandayan ini memberikan pilihan perjalanan kepada pelanggan KA khususnya dari Stasiun Garut ke Jakarta yang selama ini hanya dilayani oleh KA Cikuray relasi Garut-Cibatu-Kiaracondong-Pasarsenen.

Sementara itu, KA Pangandaran memberikan pilihan bagi pelanggan KA dari arah Jakarta menuju Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, hingga Banjar atau sebaliknya. Adapun KA Malabar yang sebelumnya keberangkatan dari Stasiun Bandung hanya pukul 17.20 WIB, saat ini ditambah keberangkatan pagi pukul 09.50 WIB menuju Stasiun Malang.

Tarif KA Papandayan, dibanderol dengan harga Rp 252 ribu untuk kelas eksekutif, dan Rp 156 ribu untuk kelas ekonomi.

Adapun tarif KA Pangandaran dibanderol dengan harga Rp 296 ribu untuk kelas eksekutif, dan Rp 180 ribu untuk kelas ekonomi.

Sementara untuk tarif KA Malabar keberangkatan pagi dibanderol dengan harga Rp 420 ribu untuk kelas eksekutif dan Rp 240 ribu untuk kelas ekonomi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement