Selasa 16 Jan 2024 18:05 WIB

Lima Kabupaten Kota di Jambi Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

Setelah penetapan status tanggap darurat, pemprov akan melakukan intervensi.

Orang tua menjemput anaknya dari sekolah menggunakan perahu saat banjir merendam kawasan permukiman di Seberang Kota Jambi (Sekoja), Jelmu, Jambi, Jumat (12/1/2024). Banjir yang telah merendam kawasan itu sejak tiga minggu terakhir mengakibatkan akses jalan darat di sejumlah titik lumpuh sehingga warga menggunakan perahu untuk alat transportasi.
Foto: ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan.
Orang tua menjemput anaknya dari sekolah menggunakan perahu saat banjir merendam kawasan permukiman di Seberang Kota Jambi (Sekoja), Jelmu, Jambi, Jumat (12/1/2024). Banjir yang telah merendam kawasan itu sejak tiga minggu terakhir mengakibatkan akses jalan darat di sejumlah titik lumpuh sehingga warga menggunakan perahu untuk alat transportasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Lima kabupaten dan kota di Jambi telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor atau hidrometeorologi. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jambi Sudirman mengatakan pemerintah provinsi masih menunggu laporan dari daerah lainnya.

"Jadi sebetulnya untuk laporan resmi yang sudah kami terima, baru terdapat lima kabupaten/kota yang telah menetapkan status tanggap darurat, mulai dari Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh, Kabupaten Tebo, Batanghari, dan Merangin," katanya, Selasa (16/1/2024).

Baca Juga

Pemerintah Jambi juga telah mengimbau kepada seluruh kabupaten dan kota melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masing-masing untuk segera memberikan informasi lebih lanjut ketika situasi sudah terdampak banjir, agar segera menetapkan status tanggap darurat.

Ia menambahkan karena nantinya setelah ada penetapan status tanggap darurat, pemerintah provinsi akan melakukan intervensi. Kemudian, memberikan bantuan dari pemerintah pusat. Untuk penanganan tahap awal yang dilakukan BPBD di daerah masing-masing nantinya tetap berkoordinasi dengan pemerintah provinsi.

Pemerintah provinsi juga akan turun tangan dalam memberikan bantuan yang wajib diberikan kepada kabupaten dan kota yang telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor. Bantuan yang diberikan nantinya berupa selimut, tenda, makanan, minuman serta segala macam keperluan yang diperlukan termasuk dengan biaya operasional sebesar Rp 250 juta per kabupaten/kota yang segera didistribusikan.

BPBD Provinsi Jambi mengeluarkan data bencana banjir di kabupaten/kota se-Provinsi Jambi, yakni untuk Kabupaten Kerinci ada 14 kecamatan yang terdampak banjir dan sembilan kecamatan yang kena dampak longsor dengan rincian 4.485 rumah rusak, 6.668 kepala keluarga atau 19.634 jiwa terdampak bencana banjir dan longsor dengan 49 fasilitas pendidikan rusak, 657,3 ha lahan pertanian rusak, lima fasilitas kesehatan rusak dan 19 unit jembatan di delapan lokasi rusak.

Sedangkan di Kota Sungai Penuh ada tujuh kecamatan yang kena banjir, yakni sebanyak  6.015 rumah rusak, 7.520 KK atau 23.239 jiwa terdampak banjir dan longsor, 91 unit fasilitas pendidikan rusak, 1.139 ha lahan pertanian rusak, 21 unit rumah ibadah rusak, dua unit fasilitas kesehatan rusak, kemudian di Kabupaten Bungo ada 16 kecamatan yang kena banjir dan satu kecamatan longsor dengan rincian 21.523 KK atau 83.666 jiwa mengungsi, 19 unit fasilitas pendidikan rusak, 564,4 ha lahan pertanian rusak dan satu jembatan gantung rusak.

Di Kabupaten Tebo terdapat sembilan kecamatan terdampak banjir yang terdiri atas 13,870 KK atau 44.692 jiwa yang terdampak banjir, 61 unit fasilitas pendidikan rusak, 210 ha lahan pertanian rusak dan 30 unit fasilitas kesehatan rusak, di Kabupaten Batanghari dilaporkan ada delapan kecamatan kena banjir yang terdiri atas 14.081 KK atau 32.874 jiwa yang terdampak banjir.

Di Kabupaten Muarojambi ada enam kecamatan yang terdampak banjir, Sarolangun ada lima kecamatan terdampak banjir dengan lima unit jembatan rusak dan jalan ada tiga lokasi yang juga rusak, kemudian di Kabupaten Merangin dilaporkan ada 10 kecamatan yang kena banjir dan Kota Jambi ada delapan kecamatan yang banjir dengan perincian 83 unit rumah rusak dan 90 KK atau 341 jiwa yang terdampak banjir.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement