Jumat 05 Jan 2024 15:59 WIB

Daop 6 Yogyakarta Rekayasa Pola Operasi KA Tujuan dan Keberangkatan Bandung

Beberapa KA yang dilakukan rekayasa pola operasi memutar dilakukan sejak pukul 09.00.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Ani Nursalikah
Petugas mengarahkan penumpang di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, Senin (24/4/2023).
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Petugas mengarahkan penumpang di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, Senin (24/4/2023).

REPUBLIKA.CO.ID,  YOGYAKARTA -- Daop 6 Yogyakarta memberlakukan rekayasa pola operasi kereta api (KA) memutar untuk tujuan dan keberangkatan Bandung. Hal ini dilakukan menyusul terjadinya kecelakaan dua kereta api lokal dan jarak jauh di daerah Haurpugur, Cicalengka, Bandung, Jumat (5/1/2024) pagi.

Manager Humas Daop 6 Yogyakarta Krisbiyantoro mengatakan ada sejumlah kereta api tujuan ke arah Bandung maupun keberangkatan dari arah Bandung yang dilakukan rekayasa pola operasi. Rekayasa tersebut berupa jalan memutar dan pengalihan menggunakan angkutan lain menyusul kecelakaan kereta api (KKA) antara KA Turangga relasi Surabaya Gubeng–Bandung dan Commuterline Bandung Raya di km 181+700 petak jalan antara Stasiun Haurpugur-Stasiun Cicalengka pada Jumat (5/1/2024) pukul 06.03 WIB.

Baca Juga

Beberapa KA yang dilakukan rekayasa pola operasi memutar ini dilakukan sejak pukul 09.00 WIB oleh Daop 6 Yogyakarta. Dari arah Bandung, KA yang terdampak rekayasa ini, diantaranya Lodaya keberangkatan Stasiun Bandung pukul 06.55 WIB dan Argo Wilis keberangkatan Stasiun Bandung pukul 07.40 WIB.

"Termasuk KA Pasundan keberangkatan Stasiun Kiaracondong pukul 10.15 WIB dan Lodaya Tambahan keberangkatan Stasiun Bandung pukul 10.20 WIB," kata Krisbiyantoro saat dikonfirmasi Republika, Jumat (5/1/2024).

 

Sementara itu, KA menuju arah Bandung yang dilakukan rekayasa pola operasi memutar ada empat KA. Mulai dari KA Lodaya keberangkatan Stasiun Yogyakarta pukul 08.11 WIB dan Lodaya tambahan keberangkatan Stasiun Yogyakarta pukul 10.03 WIB.

"Dan KA Argo Wilis keberangkatan Stasiun Yogyakarta pukul 12.00 WIB, serta Pasundan keberangkatan Stasiun Lempuyangan pukul 06.55 WIB," kata Krisbiyantoro.

Atas kejadian tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) pun menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya pelayanan akibat peristiwa Kecelakaan Kereta Api (KKA) antara KA Turangga relasi Surabaya Gubeng-Bandung dan Commuterline Bandung Raya di km 181+700 petak jalan antara Stasiun Haurpugur-Stasiun Cicalengka pada Jumat (5/1/2024) pukul 06.03 WIB.

“Jalur rel antara Haurpugur-Cicalengka untuk sementara tidak dapat dilalui akibat kecelakaan tersebut. KAI saat ini sedang berusaha melakukan upaya evakuasi kepada para penumpang di dua KA yang mengalami musibah tersebut,” ujar EVP of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (5/1/2024).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement