Ahad 31 Dec 2023 18:20 WIB

Aktivitas Wisatawan di Pantai Garut Normal Setelah Gempa

Menjelang libur Tahun Baru kondisi tempat wisata pantai ramai pengunjung.

Foto udara kawasan wisata Pantai Rancabuaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (5/8/2023). Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat mengatakan, pengembangan potensi pariwisata Ciayumajakuning dan Jabar Selatan menjadi fokus Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 2023, guna menggenjot perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata terutama di sepanjang jalur pantai Jabar Selatan.
Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI
Foto udara kawasan wisata Pantai Rancabuaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (5/8/2023). Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat mengatakan, pengembangan potensi pariwisata Ciayumajakuning dan Jabar Selatan menjadi fokus Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 2023, guna menggenjot perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata terutama di sepanjang jalur pantai Jabar Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT--Aktivitas masyarakat dan wisatawan di kawasan objek wisata pantai di Kabupaten Garut, Jawa Barat, kembali normal meski setelahnya sempat diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 5.0 dengan titik gempa di Barat Daya Pangandaran, pada Ahad (31/12/2023) siang.

Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Garut AKP Anang Sonjaya membenarkan gempa bumi sempat dirasakan sebagian masyarakat di pesisir pantai itu. Namun tidak lama kemudian aktivitas wisatawan maupun masyarakat di pantai tersebut kembali normal.

Baca Juga

"Alhamdulillah aman, para pengunjung sebagaimana biasa normal," kata Anang, Ahad (31/12/2023).

Ia menuturkan, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5.0 sempat mengguncang dan dirasakan sebagian masyarakat di wilayah pesisir pantai Garut. Selanjutnya jajaran Satpolairud Polres Garut bersama petugas gabungan lainnya, kata Anang, langsung melakukan pengecekan setiap pos pengamanan pantai di selatan Garut, yang hasilnya dalam kondisi normal.

"Di pos-pos pantau semuanya baik-baik, dan aktivitas mereka tetap berjalan seolah tidak merasakan adanya gempa," katanya.

Ia menyampaikan, menjelang libur Tahun Baru kondisi tempat wisata pantai sudah mulai ramai oleh pengunjung. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas berenang di pantai karena gelombang tinggi sewaktu-waktu bisa terjadi dan dapat membahayakan orang di sekitar pantai.

"Imbauan kepada para pengunjung tetap berhati-hati saat bermain di tepi pantai, selalu waspada terhadap gelombang laut yang sewaktu-waktu bisa berubah," katanya.

Sementara itu, kondisi objek wisata Pantai Pangandaran di Kabupaten Pangandaran yang masih satu garis pantai dengan pantai di Garut juga dilaporkan aman dan normal setelah sempat terjadi gempa bumi.

Kepala Satpolairud Polres Pangandaran AKP Sugianto mengatakan, wisatawan saat ini sudah mulai ramai di kawasan pantai menjelang pergantian tahun. Aktivitas wisatawan di pantai, kata dia, terpantau normal seperti biasa meski sebelumnya sempat diguncang gempa bumi. "Situasi normal," katanya.

Laporan resmi dari www.bmkg.go.id bahwa gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 5.0 yang berlokasi di laut pada jarak 90 KM arah Barat Daya Pangandaran, Jawa Barat pada kedalaman 50 km, Ahad pukul 11.52 WIB.

Sebelumnya, gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 5.5 terjadi di selatan Jawa Barat, Kamis pukul 05.43 WIB dengan titik gempa di laut pada jarak 94 KM arah Barat Daya Kabupaten Pangandaran, pada kedalaman 41 KM.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement