Senin 18 Dec 2023 05:38 WIB

Dampak Sosial-Ekonomi, Platform Travel Ini Dorong Pertumbuhan Pariwisata Berkelanjutan

Ini berperan penting mendorong pertumbuhan sektor perjalanan dan pariwisata.

Sejumlah wisatawan membawa papan selancar berjalan menuju ke tengah laut saat berlibur di Pantai Kuta, Badung, Bali, Senin (25/9/2023).
Foto: Antara/Nyoman Hendra Wibowo
Sejumlah wisatawan membawa papan selancar berjalan menuju ke tengah laut saat berlibur di Pantai Kuta, Badung, Bali, Senin (25/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PwC Indonesia mengeluarkan hasil studi dampak sosial ekonomi Traveloka di sejumlah perguruan tinggi yang tersebar di tiga kota destinasi pariwisata unggulan Bali, Bandung, dan Yogyakarta. Mengutip hasil studi itu, Traveloka dinilai berperan mendorong peningkatan Nilai Tambah Bruto (Gross Value Added/GVA) Indonesia selama kurun waktu empat tahun. 

Nilainya sekitar Rp 155 triliun antara tahun 2019 dan 2022. Dari jumlah tersebut, sektor pariwisata menyumbang hampir Rp 70 triliun atau 2,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Kontribusi ini berperan penting mendorong pertumbuhan sektor perjalanan dan pariwisata pascapandemi di Indonesia dan Asia Tenggara.

“Kami berinisiatif membawa hasil studi ini sebagai bahan diskusi untuk memperkuat kolaborasi dengan para akademisi serta Dinas Pariwisata daerah, agar praktisi pariwisata serta UMKM dapat menggali lebih dalam peluang peningkatan kualitas serta pertumbuhan pariwisata di setiap daerah,” kata Presiden Traveloka Indonesia, Caesar Indra, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Ahad (17/12/2023). 

Caesar mengatakan kontribusi signifikan yang dihasilkan ripple effect digitalisasi pariwisata, tidak hanya menyangkut pertumbuhan ekonomi nasional. Namun juga lapangan pekerjaan dan sektor terkait lainnya. 

Studi dampak sosial-ekonomi juga menyoroti dampak Traveloka yang memungkinkan para mitranya di Indonesia untuk membuka akses ke pasar global baru dan berinovasi untuk mendiversifikasi aliran pendapatan. Sebanyak 86 persen pelaku usaha yang berpartisipasi dalam studi ini setuju bahwa Traveloka membantu mempercepat pertumbuhan bisnis di sektor Travel & Tourism, Food & Beverages, dan Lifestyle. 

Para responden menyampaikan, mengalami rata-rata pertumbuhan penjualan sebesar 50 hingga 75 persen setelah bermitra dengan Traveloka. Selain itu, platform travel ini juga berperan menjadi katalisator mempromosikan bisnis lokal dan inklusi sosial di industri perjalanan dan pariwisata. Dampaknnya meningkatkan visibilitas bisnis, aktivitas pariwisata lokal, serta menghidupkan kembali minat dan apresiasi warisan budaya. 

Studi mencatat sebesar 67 persen pelaku usaha yang berbasis di destinasi yang belum banyak dikenal melaporkan adanya tren kenaikan positif kunjungan ke bisnisnya setelah bermitra. 

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kota Bandung, Jawa Barat, Arief Bonafianto mengatakan, fokus Kota Bandung saat ini adalah menyelaraskan kebijakan dan program pengembangan destinasi pariwisata daerah dan provinsi. 

“Kami berharap melalui forum diskusi semacam ini, kerja sama pemerintah daerah dan sektor swasta semakin kokoh, terutama menjadi masukan bagi kami dalam merumuskan arah kebijakan pariwisata untuk memajukan perekonomian daerah,” kata dia.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement