Jumat 15 Dec 2023 15:04 WIB

Makin Mengkhawatirkan, Kasus Bunuh Diri Terus Meningkat

Dalam laporan Polri, kasus bunuh diri terus meningkat dan mengkhawatirkan.

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Bilal Ramadhan
Bunuh diri (ilustrasi). Dalam laporan Polri, kasus bunuh diri terus meningkat dan mengkhawatirkan.
Foto: wonderslist.com
Bunuh diri (ilustrasi). Dalam laporan Polri, kasus bunuh diri terus meningkat dan mengkhawatirkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Berdasarkan Data Bunuh Diri di Indonesia 2018-2023 Data Statistik Pusat Informasi Kriminal Nasional Kepolisian Republik Indonesia (Pusiknas Polri), angka kasus bunuh diri terus meningkat di berbagai daerah di Indonesia. Disinyalir, angka tersebut masih belum menunjukkan data riil di lapangan.

Republika sudah mengolah data kasus bunuh diri yang dicatat oleh Pusiknas Polri dalam rentang waktu lima tahun terakhir, yakni periode 2018-2023, setidaknya hingga Jumat (15/12/2023). Berikut data kasus bunuh diri dari tahun ke tahun:

Baca Juga

Pada 2018, tercatat ada tiga kasus bunuh diri. Pada 2019 tercatat ada 230 kasus bunuh diri. Paling banyak, sebanyak 127 kasus ada di Polda Jawa Tengah, 36 kasus di Jawa Timur, 33 kasus di Polda Bali dan 11 kasus di Polda Jawa Barat.

Pada 2020, tercatat ada 640 kasus bunuh diri. Paling banyak, 312 kasus ada di Polda Jawa tengah, 117 kasus di Polda Jawa Timur, 93 kasus di Polda Bali, 46 kasus di Polda Jawa Barat.

Pada 2021, tercatat ada 629 kasus bunuh diri. Paling banyak, sebanyak 259 kasus ada di Polda Jawa Tengah, 153 kasus di Polda Jawa Timur, 117 kasus di Polda Bali, 32 kasus di Polda Jawa Barat dan 18 kasus di Polda DIY.

Pada 2022, tercatat ada 902 kasus bunuh diri. Paling banyak, sebanyak 425 kasus ada di Polda Jawa Tengah, 157 kasus di Polda Jawa Timur, 144 kasus di Polda Bali, 50 kasus di Polda DIY, dan 38 kasus di Polda Jawa Barat.

Pada 2023, hingga Jumat (15/12/2023) pukul 13.08 WIB tercatat ada 1.214 kasus bunuh diri. Paling banyak ada 432 kasus da di Polda Jawa Tengah dan 225 kasus ada di Polda Jawa Timur.

Secara total, angka bunuh diri yang tercatat di kepolisian sejak 2018 hingga Jumat (15/12/2023) mencapai 3.618 kasus. Di mana, jumlah kasus tiga terbanyak tercatat di Polda Jawa Tengah dengan 1.557 kasus, Polda Jawa Timur dengan 688 kasus, dan Polda Bali dengan 512 kasus.

Minim Pelaporan

Beberapa waktu lalu Direktur Utama Pusat Kesehatan Jiwa Nasional Nova Riyanti Yusuf menyampaikan, persoalan umum di Indonesia adalah ketiadaan pendataan yang baik, termasuk di masalah kesehatan mental dan jiwa. Sebab itu, dia menukil data dari kepolisian untuk menunjukkan angka kasus bunuh diri di Indonesia pada 2021 dan 2022, di mana Jawa Tengah menjadi yang terbanyak melaporkan.

“Ada dua kemungkinan kenapa tertinggi Jawa Tengah ini. Dia rajin mendata dan Jawa Tengah yang jangan-jangan punya awareness tinggi tentang mental health. Kedua, ya ada hal lain,” jelas wanita yang kerap disapa Noriyu itu saat ditemui di PKJN RSJMM Bogor, akhir Oktober 2023 lalu.

Sebuah studi tentang statistik angka bunuh diri di Indonesia pada 2022 juga mengungkapkan, sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia memiliki ketersediaan data yang terbatas.

Terkait kasus pada anak, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan, adanya stigma negatif dari perbuatan anak mengakhiri hidup membuat keluarga enggan melaporkan kepada pihak berwenang. Sehingga ketika itu terjadi yang ada adalah keluarga seakan menutup-nutupi sehingga tidak melapor.

“Karena memang selama ini minimnya pelaporan kemudian juga adanya stigma negatif dan kebingungan,” ucap Komisioner KPAI DIyah Puspitarini kepada Republika.

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement