Rabu 13 Dec 2023 22:35 WIB

Wisata Bromo Dibatasi Akibat Peningkatan Aktivitas Kawah

Terjadi peningkatan aktivitas pada kawah Gunung Bromo di Jawa Timur.

Pengunjung menaiki kuda di Kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur. BB TNBTS melakukan pembatasan aktivitas wisata di wilayah Gunung Bromo.
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Mada
Pengunjung menaiki kuda di Kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur. BB TNBTS melakukan pembatasan aktivitas wisata di wilayah Gunung Bromo.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANGA -- Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) melakukan pembatasan aktivitas wisata di kawasan tersebut. Hal ini seiring adanya peningkatan aktivitas pada kawah Gunung Bromo di Jawa Timur.

Kepala Balai Besar TNBTS Hendro Widjanarko mengatakan, bagi masyarakat termasuk wisatawan yang berada di wilayah Gunung Bromo dilarang memasuki areal dalam radius satu kilometer dari kawah aktif Gunung Bromo. "Masyarakat di sekitar Gunung Bromo, termasuk pengunjung, wisatawan, pendaki, pedagang dan pelaku jasa wisata, agar tidak memasuki areal dalam radius satu kilometer dari kawah aktif," kata Hendro, Rabu (13/12/2023).

Baca Juga

Hendro menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan pernyataan terkait adanya peningkatan aktivitas pada kawah gunung yang memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut. Dalam keterangan PVMBG tersebut, peningkatan aktivitas Gunung Bromo teramati dari adanya hembusan asap kawah berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan adanya tekanan sedang kuat dari dalam kawah.

Pengamatan kegempaan menunjukkan masih terekamnya tremor menerus dengan amplitudo 0,5-1 mm (dominan 0,5 mm) yang disertai pula terekamnya gempa vulkanik dalam sebanyak tiga kali kejadian selama Desember 2023. Hal itu menunjukkan proses fluktuasi tekanan di dalam tubuh Gunung Bromo yang disertai aliran fluida ke permukaan. Pengamatan deformasi menggunakan Borehole Tiltmeter dan Tiltmeter, menunjukkan pola kecenderungan inflasi atau peningkatan tekanan di sekitar tubuh Gunung Bromo.

"Dengan kondisi tersebut, masyarakat di sekitar Gunung Bromo termasuk wisatawan, pedagang, pelaku jasa wisata, agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala vulkanik yang signifikan," kata dia lagi.

Ia mengatakan, tingkat aktivitas Gunung Bromo dapat dievaluasi kembali jika terdapat perubahan aktivitas secara visual dan instrumental yang signifikan. Saat ini, Gunung Bromo berada dalam Level II atau Waspada.

Kawasan Gunung Bromo merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur. Pada 2022, tercatat dikunjungi sebanyak 318.919 wisatawan, yang terbagi dari 310.418 pengunjung merupakan wisatawan nusantara dan sebanyak 8.501 merupakan wisatawan asing. Dari total jumlah kunjungan wisatawan ke Bromo sepanjang 2022 tersebut, ada perolehan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp11,65 miliar, yang meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak Rp 4,85 miliar.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement