Senin 04 Dec 2023 06:22 WIB

Pahlawan Nasional KH Abdul Chalim Diusulkan Jadi Nama Bandara Kertajati

Usulan disampaikan Bupati Majalengka, Karna Sobahi kala tasyakuran Pahlawan Nasional

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Suasana Bandara Kertajati, Majalengka. Pahlawan Nasional, KH Abdul Chalim diusulkan untuk menjadi nama bandara maupun jalan raya di Kabupaten Majalengka.
Foto: Rahayu Subekti/Republika
Suasana Bandara Kertajati, Majalengka. Pahlawan Nasional, KH Abdul Chalim diusulkan untuk menjadi nama bandara maupun jalan raya di Kabupaten Majalengka.

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA -- Pahlawan Nasional, KH Abdul Chalim, diusulkan untuk menjadi nama bandara maupun jalan raya di Kabupaten Majalengka. Hal itu sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh asal daerah tersebut yang telah dianugerahi gelar pahlawan nasional pada 10 November 2023 kemarin.

Usulan itu disampaikan Bupati Majalengka, Karna Sobahi, yang hadir dalam acara tasyakuran gelar Pahlawan Nasional dan Tahlil Akbar Almaghfurlah KH Abdul Chalim, di komplek Pondok Pesantren Amanatul Ummah 2 Leuwimunding Majalengka, Ahad (3/12/2023).

Selama ini, bandara di Kabupaten Majalengka dikenal dengan nama Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Kertajati merupakan nama kecamatan yang menjadi lokasi bandara tersebut.

Selain sebagai nama bandara, Karna juga mengusulkan agar nama KH Abdul Chalim menjadi nama salah satu ruas jalan di Kabupaten Majalengka.

 

"Saya ingin Bapak/Ibu saksikan, Insya Allah, setelah ini, nama pahlawan nasional KH Abdul Chalim akan kita abadikan menjadi nama jalan dan bandara di Majalengka," ujar Karna, yang langsung disambut dengan riuh tepuk tangan hadirin.

Karna menambahkan, Pemkab Majalengka juga memberikan penghargaan dalam bentuk lain kepada KH Abdul Chalim.

"Saya memastikan bahwa sejak hari ini, setiap 16 Agustus sebelum pidato Presiden, akan diselenggarakan upacara resmi di komplek Maqbaroh KH Abdul Chalim," tutur Karna.

Wakil ketua TP2GP, Prof Usep Abdul Mathin, menjelaskan, KH Abdul Chalim adalah sosok perintis dan pendiri NU serta pejuang kemerdekaan yang mengusung konsep moderasi beragama dan berpolitik. 

"Almaghfurlah KH Abdul Chalim itu orang yang sangat paham isi kitab ainul adab wa siyasah karangan Syekh Hadzil, salah satu ulama abad delapan hijriyah. Beliau memahami dan menerapkan moderasi beragama dan berpolitik sebagaimana tertuang dalam kitab tersebut," ucap Usep.

Usep menambahkan, KH Abdul Chalim mengusung moderasi beragama dalam hal saling hormat menghormati antarpenganut mazhab yang berbeda-beda. Sedangkan dalam hal moderasi berpolitik, KH Abdul Chalim mengusung keseimbangan politik dan agama. 

Sementara itu, putra KH Abdul Chalim sekaligus Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, Prof Asep Saifuddin Chalim, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka dan seluruh pihak yang telah mendukung dan mendoakan ayahnya sebagai Pahlawan Nasional. 

"Saya sangat bangga dan bahagia, hari ini Ibu/Bapak berkenan hadir untuk melahirkan rasa syukur atas gelar pahlawan untuk Abah saya. Ini sebagai bukti bahwa dengan keinginan luhur dan cita-cita yang tinggi, Insya Allah apa yang kita harapkan akan dikabulkan Allah SWT," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement