Sabtu 18 Nov 2023 16:01 WIB

Tak Lagi Jadi Dirut, Ini Sederet Capaian Awaluddin Saat Pimpin AP II Selama 7 Tahun

Selama 7 tahun sebagai Dirut AP II berbagai prestasi dan penghargaan diraih M Awaludd

Muhammad Awaluddin sebagai Board Member ACI Asia-Pacific.
Foto: dok. Republika
Muhammad Awaluddin sebagai Board Member ACI Asia-Pacific.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Muhammad Awaluddin tidak lagi menjadi Direktur Utama PT Angkasa Pura II, pengelola 20 bandara di Indonesia, per 17 November 2023. Terhitung tanggal itu, Muhammad Awaluddin menjabat posisi Dirut AP II sekitar 7 tahun atau pada periode 2016 - 2023. 

Sepanjang periode tersebut, AP II berhasil meraih berbagai penghargaan di dalam negeri maupun global. Antara lain Anugerah BUMN Award 2017 untuk kategori The Best of Overall BUMN dan Peringkat 1 Kategori Kinerja Keuangan Terbaik. Lalu Anugerah BUMN Award 2018 kategori Best of The Best BUMN. 

Adapun untuk penghargaan individu, Muhammad Awaluddin antara lain meraih The Best CEO kategori The Best Strategic Orientation pada Anugerah BUMN Award 2018, lalu Most Admired CEO 2018 dari Excellent Leadership for Strategic Alliance Development. 

Pada 2022, Muhammad Awaluddin juga ditunjuk sebagai Board Member Airport Council International (ACI) Asia-Pacific. Adapun ACI adalah organisasi yang membawahi bandara-bandara di seluruh dunia. 

“Kesempatan menjadi Anggota Dewan ACI Asia-Pacific akan digunakan untuk membawa kepentingan bandara-bandara nasional dan sektor transportasi udara dalam negeri di tingkat regional. Serta agar kepentingan tersebut mendapat tempat khusus di ACI sebagai organisasi yang membawahi bandara di dunia, untuk tujuan antara lain meningkatkan konektivitas udara dan standar transportasi udara di Indonesia dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat,” ujar Muhammad Awaluddin saat diangkat sebagai Board Member ACI Asia-Pacific, dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Sabtu (18/11/2023). 

Awaluddin juga diangkat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Aviasi dan Dirgantara Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) pada 2023.

Sementara itu untuk penghargaan yang diraih bandara, Awaluddin berhasil membawa Bandara Soekarno-Hatta sebagai The World’s Most Improved Airport dari Skytrax Awards 2017, lalu Peringkat 10 Best Airport Staff in Asia dari Skytrax Awards 2021, kemudian Peringkat 9 Best Airport Staff in Asia dari Skytrax Awards 2022.

“Seluruh stakeholder mampu berkolaborasi dan berkoordinasi dengan baik sehingga berhasil membawa Bandara Soekarno-Hatta berada di peringkat ke-9 dalam daftar Best Airport Staff in Asia 2022. Ini sungguh merupakan pencapaian yang patut disyukuri di tengah tantangan hebat pandemi Covid-19,” ujar Muhammad Awaluddin kala itu. 

Di bawah Awaluddin, Bandara Silangit juga mendapat penghargaan The Most Improved Airport dari ASQ Airport Council International Awards 2018. 

Pada masa pandemi global Covid-19, Awaluddin berhasil menjadikan bandara-bandara AP II termasuk Bandara Soekarno-Hatta sebagai salah satu tulang punggung penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi nasional. 

Di tengah pandemi, Bandara Soekarno-Hatta berhasil meraih penghargaan The COVID-19 Airport Excellence Awards dari Skytrax, Best Hygiene Measures by Region (Asia-Pacific) dari Airport Council International, Airport Health Accreditation dari Airport Council International dan Safe Travel Score 4.3 dari Safe Travel Barometer. 

"Bandara harus bisa menjaga rasa aman dan nyaman di tengah pandemi bagi masyarakat atau penumpang pesawat, sehingga sektor transportasi udara tetap dapat berkontribusi dalam penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi nasional," ujar Muhammad Awaluddin. 

Muhammad Awaluddin juga tercatat berhasil merealisasikan pembangunan Runway Ketiga di Bandara Soekarno-Hatta guna meningkatkan kapasitas penerbangan dalam melayani masyarakat. 

Dari aspek pengelolaan bandara, Muhammad Awaluddin membawa perspektif baru dalam pengelolaan bandara di Indonesia yakni dengan program Kemitraan Strategis (Strategic Partnership) antara AP II dan Konsorsium GMR dalam mengelola Bandara Kualanamu. Terbaru, pada 2023 ini Awaluddin berhasil dalam menjalankan Full Operation di Bandara Kertajati. 

AP II juga menjalani Transformasi Digital di bawah kepemimpinan Muhammad Awaluddin, dengan berbagai produk yang dihasilkan, antara lain mendirikan Airport Operation Control Center (AOCC) di Bandara Soekarno-Hatta, dan memperkenalkan TravelinPass yang membuat penumpang pesawat di bandara-bandara AP II dapat memproses keberangkatan hanya dengan verifikasi wajah. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement