Kamis 09 Nov 2023 20:09 WIB

Viral Perploncoan Mahasiswa, Kampus JGU: Itu Acara Fun And Games

Kampus JGU sebut video viral soal perpeloncoan hanya acara fun and games.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Bilal Ramadhan
Viral (ilustrasi). Kampus JGU sebut video viral soal perpeloncoan hanya acara fun and games.
Foto: picpedia.org
Viral (ilustrasi). Kampus JGU sebut video viral soal perpeloncoan hanya acara fun and games.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK – Jakarta Global University (JGU) merespons sebuah video viral yang menunjukkan dugaan perpeloncoan yang melibatkan mahasiswanya. Mereka membantah adanya perpeloncoan dengan tindakan kekerasan fisik kepada mahasiswa yang mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) tersebut. 

"Terkait dengan kegiatan yang berada di video tersebut, perlu kami sampaikan kembali Itu menjadi salah satu kegiatan fun and games (Outbound) dan pengukuhan anggota baru Ormawa. Maksud dan tujuan dari kegiatan yang berada di video tersebut adalah untuk meningkatkan keakraban, kebersamaan, dan kerjasama tim tanpa adanya unsur kekerasan fisik," jelas JGU dalam rilis yang diunggah di akun Instagramnya, Kamis (9/11/2023).

Baca Juga

Menurut JGU, kegiatan LDKM rutin diadakan tiap tahun oleh Ormawa. Kegiatan ini bertujuan membantu mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan kepemimpinan, kolaborasi, dan pemahaman yang lebih dalam tentang tanggung jawab sosial.

Kampus juga mengeklaim, seluruh kegiatan mahasiswa harus mematuhi peraturan-peraturan baku yang dibuat, termasuk LDKM di Rumpin itu. JGU disebut telah mengeluarkan pedoman yang harus dipatuhi oleh seluruh sivitas akademika terutama Ormawa.

"Kami telah melakukan Investigasi menyeluruh terhadap seluruh peserta, panitia, mahasiswa, dan Ormawa terkait, terutama peserta LDKM yang muncul dalam video tersebut. Kami ingin menjelaskan bahwa video tersebut bukan direkam oleh peserta camaba yang terlibat, melainkan oleh panitia sebagai dokumentasi resmi untuk kepentingan internal kampus," katanya.

Sementara terkait mahasiswa yang dalam video tersebut disuruh melompat dalam kubangan lumpur, kampus menjelaskan bahwa hal itu bulan kekerasan. Tindakan melompat ke kubangan dikatakan sebagai kegiatan permainan untuk mencari lambang Ormawa yang dimasukan ke lumpur.

"Kami menyimpulkan dan menegaskan bahwa apa yang disebutkan sebagai 'perpeloncoan' dalam video kegiatan yang dimaksudkan adalah Informasi yang keliru dan tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya. Dalam investigasi yang dilakukan oleh universitas, kami tidak menemukan bukti yang mendukung klaim tersebut," ujar JGU. 

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan kegiatan perploncoan mahasiswa yang diduga berasal dari sebuah kampus di Kota Depok, Jawa Barat ramai dibicarakan.

Video yang diunggah pada Selasa (7/11/2023) itu memperlihatkan sejumlah orang yang memerintahkan empat orang lain yang diduga juniornya untuk melompat ke sebuah kubangan lumpur. Empat orang yang melompat ke kubangan terlihat pasrah melakukan tindakan yang diperinthakan kepada mereka.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement